Dukungan Pemkot dan Replikasi Program
Munafri menegaskan, praktik baik dari kedua wilayah tersebut akan direplikasi di seluruh kecamatan di Kota Makassar.
Pemerintah kota akan memberikan dukungan lintas sektor melalui berbagai perangkat daerah, termasuk dinas terkait.
“Kami akan terus mendukung agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Inovasi dan Dampak Sosial di Wajo
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
- "Geology of The Sulawesi Region" Diluncurkan, Ungkap Keunikan Geologi Pulau Sulawesi yang Mendunia
- Nahkodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
- PDAM Makassar Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang Hadapi Krisis Air
Pelaksana Tugas Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, menjelaskan bahwa kawasan lorong di wilayahnya kini telah berkembang menjadi lahan produktif berbasis budidaya terpadu.
Ia menyebut, peternakan ayam petelur jenis Australorp atau ayam coper mampu menghasilkan 12 hingga 20 butir telur per hari.
Program ini juga didukung melalui kemitraan dengan peternak skala besar serta penggunaan mesin penetasan telur untuk mendukung siklus produksi.
Selain itu, warga juga membudidayakan berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, hingga lombok khas Toraja.
“Ke depan, kami akan mengembangkan program satu telur per hari untuk anak stunting sebagai bagian dari kontribusi urban farming,” ujar Ivan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
