Warga Bantaeng Ikut Terlibat di WCD 2019, Intip Kemeriahannya

Bantaeng
Ratusan warga di Desa Bonto Daeng, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng ikut aksi bersih-bersih

Terkini.id, Bantaeng – Ratusan warga di Desa Bonto Daeng, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng ikut aksi bersih-bersih. Mereka membersihkan semua sampah yang ada di setiap sudut desa tersebut.

Aksi gotong royong itu adalah bagian dari aksi gotong royong terbesar di dunia yang bernama World Cleanup Day (WCD) 2019.

Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu daerah yang melibatkan diri dari 158 negara yang ikut dalam aksi gotong royong terbesar ini.

Khusus untuk Kabupaten Bantaeng, aksi WCD ini digelar di dua lokasi. Selain Desa Bonto Daeng, aksi serupa juga dilaksanakan di Kelurahan Bonto Sunggu. Kegiatan ini digagas oleh aliansi pemuda Ulu Ere.

Sejumlah pejabat Pemkab Bantaeng hadir dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti.

Hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Abdullah Taibe dan Kadis Kominfo Bantaeng, Syahrul Bayan, Kadis Koperasi dan Perindustrian, Meyriyani Majid, Kadis Ketahanan Pangan, Rahmaniar, Sekretaris Bappeda, Riesa Meylani, Camat Ulu Ere, Najamuddin.

Turut hadir Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bantaeng, Hamsya Ahmad. Sri Dewi Yantio bersama seluruh relawan memungut sampah plastik. Sedangkan sampah berupa daun dan ranting kayu cukup dikumpulkan saja.

Sampah plastik kemudian diangkut kendaraan truk yang disupport Dinas Lingkungan Hidup. Kehadiran mereka menjadi penanda pemerintah mendukung penuh World Cleanup Day 2019.

Ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti berharap WCD 2019 ini momen untuk melawan sampah plastik. Bentuk perlawanannya yakni dengan selalu membawa thumbler untuk menggantikan botol kemasan sekali pakai.

“Dalam berbagai kesempatan saya selalu menekankan agar tidak menggunakan air kemasan. Tidak hanya dalam acara ini saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pihak panitia sendiri sejak awal menegaskan kepada seluruh partisipan WCD 2019 agar membawa sendiri thumbler. Mengingat selama kegiatan berlangsung tidak disiapkan air kemasan.

Sri Dewi Yanti menambahkan, kebersihan harus dimulai dari diri sendiri. Gerakan membawa thumbler merupakan langkah kecil tapi memiliki dampak luar biasa.

Menariknya lagi, puluhan murid SD Inpres Tamaona serta masyarakat setempat ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Pembersihan berakhir hingga ujung Selatan desa sejauh kurang lebih tiga kilometer. Dimana seluruh partisipan WCD 2019 berkumpul di SD Inpres Paranga dan mengajak jajaran sekolah itu turut berperan aktif mengurangi penggunaan plastik.

Komentar

Rekomendasi

Kedapatan Kantongi Narkoba di Saku Celana, Pria Ini Diringkus Polisi

Dibuka Bupati Bantaeng, Basarnas Makassar Ikuti Pelatihan Teknik Pertolongan di Air

Bupati Ilham Azikin Pantau Langsung Pelaksanaan Seleksi CPNS Bantaeng

Upayakan Peningkatan SDM, Pemkab Bantaeng Lakukan Orientasi Pengelola Progam KKBPK

Ini Penekanan Bupati Bantaeng Saat Menghadiri Musrenbang di Sinoa

LSP Harap Sekolah di Bantaeng Unggul dan Lampaui Standar Nasional

Kabupaten Bantaeng Masuk 7 Daerah Tercepat Pencairan Dana Desa se Indonesia

Bupati Bantaeng Hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Perubahan Status IAI Sengkang

Rapat Monev Triwulan IV 2019, Kinerja Pemkab Bantaeng Capai Target

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar