Terkini.id, Jakarta – Keputusan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas mencopot Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto dan tiga Dirjen Bimas lain menjadi perhatian sastrawan Bali Ida Mpu Jaya Prema.
Ida kecewa dengan pencopotan Tri Handoko. Sebab menurutnya, Dirjen Bimas Hindu itu terbilang bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Tapi kenapa dicopot secara tiba-tiba.
“Umat Hindu berduka, itu yang dirasakan hari ini. Dirjen Bimas Hindu, anak muda berpendidikan (S3), suku Jawa Banyuwangi, penuh terobosan sejak dilantik Agustus tahun lalu, blusukan ke daerah2, tiba2 dicopot Menag bersama 4 dirjen yang lain (kec Dirjen Islam).”
“Mari menunggu karma,” kicau Ida Mpu Jaya dikutip dari Hops.id Rabu 22 Desember 2021.
Bila merujuk pada hasil kerja Tri Handoko, capaiannya yaitu mendistribusikan dana Rp10,2 miliar untuk 153 rumah ibadah Hidu, menyalurkan paket beasiswa dengan nilai Rp39,2 miliar.
Juga mencairkan Rp15,2 miliar untuk 110 Pasraman Hindu di 20 Provinsi, serta menciptakan 4 aplikasi transformasi digital yaitu e_Pasraman, Sindu, Wedangga dan e-Arsip.
Selain ini, Komisi Informasi Pusat juga meminta Yaqut menjelaskan secara terbuka alasan pemecatan Dirjen tersebut. Hal ini agar tidak muncul asumsi liar di publik.
“Maka atas dasar keterbukaan informasi publik, katakan saja kenapa mereka dicopot. Apakah soal kinerja? Biar Menteri Agama jelaskan secara terbuka,” tanya Romanus yang merupakan anggota Komisi Informasi Pusat.
Sebelumnya, keempat Dirjen tersebut dicopot pada pekan ini. Keempat Dirjen tersebut menerima SK pemecatan pada Senin 20 Desember 2021.
Namun, dalam keputusan pemecatan tersebut Menteri Yaqut tidak menjelaskan secara tegas alasan pemberhentiannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
