Yuk, Saksikan Peluncuran Perahu Klasik Padewakang di Bulukumba, Ini Jadwalnya

Perahu Padewakang

Terkini.id,Bulukumba – Perahu klasik Padewakang mungkin saat ini kebanyakan orang tidak mengenal lagi jenisnya. Hal itu perahu disebabkan karena perahu tersebut sudah jarang dilihat atau digunakan.

Kebanyakan para pengrajin perahu sudah tidak memproduksi lagi perahu Padewakang,  padahal perahu tersebut lebih dulu hadir daripada perahu Pinisi.

Tenaga Ahli Kemenko Maritim RI, Dr. Horst H Liebner menjelaskan bahwa perahu Padewakang merupakan kapal tradisional pendahulu Pinisi. Padewakang konon tercatat sebagai nama perahu asal Sulawesi pada akhir abad ke17.

“Kapal tersebut difungsikan VOC antar surat dan sebagai kapal patroli. Dalam catatan syahbandar VOC kapal itu milik saudagar asal Sulawesi,” pungkasnya.

Perahu Padewakang, kata pria asal Jerman digunakan para pelaut Indonesia dalam mengeksplorasi kawasan Australia pada abad 17-18, termasuk dalam pelayaran historis pencarian teripang.

“Peristiwa itu kemudian menjadi referensi dalam sejarah hubungan maritim Australia- Indonesia sebelum kedatangan orang Eropa,” tutur Horst dalam keterangan tertulisnya yang diterima terkini.id.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran pelaut nusantara dalam eksplorasi Australia. Tidak heran, replika perahu itu menjadi salah satu kebanggaan Indonesia yang ditampilkan pada pameran “Europalia, Liege,  Belgia” pada 2017 lalu.

“Tujuh puluh tahun sebelum James Cook, pelaut Sulawesi sudah lebih dulu ke Australia. Semua itu tujuannya untuk menyadarkan khayalak Australia bahwa sejarah Australia itu berwarna warni, dan bahwa Islam dan orang Sulawesi punya andil yang cukup besar dalam sejarah itu,” terangnya.

Undangan peluncuran perahu Padewangang

Olehnya itu, pihaknya akan melakukan pelayaran napak tilas Padewakang dari Bulukumba ke Australia pada Desember 2019 mendatang.

“Bertepatan dengan peringatan 250 tahun kedatangan Kapten James Cook di Australia Timur pada 1770 masehi,” lanjutnya.

Perahu Padewakang itu sendiri sambung dia sudah selesai dibuat di kawasan pembuatan perahu Tana Beru Kecamatan Bontobahari. Hari Sabtu 9 November 2019 mendatang akan dilaksanakan peluncuranke laut yang dikenal dengan tradisi Annyorong Lopi.

“Tim membuat ulang perahu Padewakang mendasari dua maket perahu koleksi Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang dibuat 1821 serta beberapa lukisan awal abad ke-19, dan juga dari deskripsi mendetail,” urainya.

Peluncuran perahu, tambah Horst, dirangkaikan peringatan Maulid oleh warga setempat. Salah satu aspek pada pelayaran itu nanti untuk mengenang hubungan Australia-Indonesia yang erat kaitannya dengan Islam.

“Aboriginal (pribumi Australia) ingin menunjukkan nenek  moyangnya punya rekan di Sulawesi, jauh sebelum orang barat menginjak tanah mereka,” tanbahnya lagi.

Padewakang tanpa mesin itu sendiri jelas Horst akan berangkat menuju Makassar pada 22 November 2019 mendatang dan 1 Desember 2019 akan berlayar ke Australia.

“Pelayaran Napak Tilas ini diselenggarakan oleh Yayasan Abu Hanifah Institute,  Sydney-Australia sekaligus yang mendanai pembuatan Padewakang,” imbuhnya.

Jelang peluncuran perahu Padewangang

Terakhir dia menjelaskan bahwa pelayaran ini dimaksudkan untuk melestarikan tradisi dan pengetahuan pembuatan perahu yang dimiliki turun temurun.

“Selain itu juga untuk menunjukkan peran pelaut Sulawesi Selatan dalam menemukan Australia sekaligus sebagai bentuk diplomasi budaya maritim dan mengangkat nama Indonesia sebagai bangsa pelaut,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini