Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia mendatangkan tambahan vaksin Covid-19 sebanyak 1,8 juta dosis. Vaksin produksi Sinovac tiba di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Kamis 31 Desember 2020, pukul 11:55 WIB dengan pesawat Boeing 777-300 ER dari maskapai Garuda Indonesia.
Kedatangan vaksin itu dijemput langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, vaksin yang dimuat dalam 11 buah Envirotrainer, peti kemas berpendingin langsung dibawa ke warehouse Garuda Indonesia untuk dilakukan pengisian ulang daya Envirotainer.
Rencananya, vaksin akan langsung dibawa dengan 4 buah truk flatbed ukuran 40 feet untuk disimpan di lokasi penyimpanan khusus milik Bio Farma di Bandung.
Untuk penyimpanan sesuai dengan protokol penyimpanan vaksin secara aman sesuai dengan standar WHO.
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Dokter Dewi Setiawati: Orang Tua Harus Jadi Tempat Pulang Anak, Bukan Sekadar Pengirim Uang
- Toyota Kuasai 36 Persen Pasar Otomotif Sulawesi hingga April 2026
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
Kedatangan vaksin ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya 1,2 juta vaksin Sinovac tiba pada 6 Desember 2020 lalu, sehingga menambah ketersediaan vaksin bentuk jadi asal Sinovac menjadi 3 juta dosis.
Selanjutnya akan diikuti dengan pengiriman suplai vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku (bulk) sebanyak 140 juta dosis secara bertahap dimulai dari bulan Januari 2021.
Sehari sebelumnya, pemerintah melalui Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) Tbk. menandatangani kesepakatan suplai vaksin Covid-19 dari Novavax – pengembang vaksin dari Amerika dan Kanada, dan AstraZeneca – pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, masing-masing 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dosis vaksin AstraZeneca.
Berbagai tonggak penting yang dicapai dalam beberapa pekan hingga penghujung tahun ini, itu merupakan wujud komitmen dan kerja nyata pemerintah yang didukung seluruh elemen bangsa, untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi masyarakat Indonesia dari risiko serta pandemi Covid-19.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers usai kedatangan vaksin menyatakan, Presiden menugaskan pemerintah untuk selama liburan tahun baru ini untuk terus bekerja keras agar vaksinasi nasional bisa berjalan sebaik-baiknya melayani seluruh masyarakat.
“Hari ini kita menyaksikan kedatangan tahap ke-2 vaksin Sinovac ke Indonesia. Insya Allah dengan do’a seluruh rakyat Indonesia, kami harapkan sebelum rakyat Indonesia kembali masuk bekerja di
bulan Januari vaksin ini sudah bisa kami distribusikan ke 34 Provinsi di seluruh Indonesia, untuk kita bisa memulai program vaksinasi bagi para tenaga kesehatan kita,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Sementara, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengungkapkan, Pemerintah terus menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai dari berbagai sumber lain, secara paralel pembicaraan berkesinambungan saat ini juga sedang dilakukan dengan Pfizer (dan BioNTech) yang berasal dari Amerika Serikat dan Jerman.
“Kemarin kita menerima kabar bahwa Emergency Use Authorization (EUA) untuk AstraZeneca telah diberikan oleh Medicine and Healthcare Product Regulatory Agency (MHRA) Inggris. Ini tentunya kabar yang baik karena MHRA merupakan salah
satu dari enam stringent regulatory authorities yang memiliki mekanisme reliance dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM),” jelas Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam press release Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis, 31 Desember 2020, malam.
Menurutnya, melalui mekanisme reliance ini proses penerbitan UEA oleh Badan POM, atas AstraZeneca di Indonesia akan lebih mudah.
“Hasil EUA di Inggris dapat dijadikan basis dan review EUA di Indonesia,” ujarnya.
Diplomasi lanjutan terus dilakukan Kementerian Luar Negeri, dengan terus mengawal melalui Vaccine Request Form Part B.
“Mengenai indemnisasi yang menurut rencana akan kita serahkan 8 Januari 2021 dan Cold Chain Equipment (CCE) Support Request terkait kapasitas penyediaan sistem pendingin vaksin di kuartal I 2021,” terangnya.
Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta pihak lain akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur logistik vaksin di dalam negeri sesuai dengan kebutuhan jenis vaksin yang dipesan dari jalur multilateral.
“Sebelum digunakan, semua vaksin yang disetujui dan dihadirkan pemerintah menjalani proses evaluasi sesuai standar WHO dan internasional untuk mendapatkan izin penggunaan dari Badan POM, serta rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia,” pungkas Retno Marsudi.
Menteri Budi Gunadi Sadikin mengharapkan dukungan seluruh rakyat Indonesia demi suksesnya program vaksinasi, Program vaksinasi ini adalah salah satu strategi utama untuk menyelesaikan pandemi.
“Dengan berjalannya program vaksinasi kita justru harus tetap menjalani protokol Kesehatan, mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini bisa didukung oleh seluruh rakyat Indonesia, karena tidak mungkin pemerintah bisa melakukan sendiri. Saya percaya bersama kita bisa,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
