Terkini.id, Jakarta – Musisi berusia 18 tahun, Maulana Ardiansyah, mengatakan selama pandemi Covid-19 ini dirinya lebih banyak berkegiatan di dalam studio.
Setidaknya dalam enam bulan pandemi, penyanyi asal Lampung ini telah memciptakan enam buah lagu.
“Masa pandemi ini saya berupaya tetap berkarya, berkreasi, bikin single atau cover lagu walaupun tanpa jadwal manggung,” ujar Maulana Ardiansyah.
Hal itu disampaikan Maulana saat hadir di talkshow bertema “Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi” di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta pada Sabtu 3 Oktober 2020.
Pada kesempatan itu, Maulana juga menceritakan dukungan ibu sepanjang menjajaki kariernya di musik. Pesan ibu yang masih diingatnya adalah tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.
- Daftar Manifes Penumpang KM Nurul Salsa Beredar, Basarnas Lakukan Pencocokan Data
- Basarnas Makassar Terus Cari 24 Korban KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Selayar
- PNM Mekaar Ubah Hidup Ainun, Kini Jadi Inspirasi Perempuan di Bulukumba
- DPP GAPPEMBAR Soroti Kepastian Revisi Perbup Terkait Program Beasiswa dari Pemerintah Barru
- IKATEK Unhas dan Fakultas Teknik Sambut Dies Natalis ke-66 dengan Semangat Kolaborasi
“Jangan lupa konsumsi makanan sehat dan sayur-sayuran. Pesan ibu yang paling saya ingat,” ujarnya.
Selain Musisi Maulana Ardiansyah, juga turut hadir dalam talkshow tersebut yakni Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dr. Arie Sutopo, SpKO.
Dalam paparannya, dr. Arie mengatakan berolahraga bisa meningkatkan imunitas tubuh.
Anggota Tim Pengarah dan Pengawas PB PON ke-XX Papua itu menjelaskan olahraga minimal tiga puluh menit sehari itu menjadi benteng kedua dalam mencegah penularan Covid-19.
Adapun benteng pertamanya, kata dr. Arie, adalah memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.
“Aktivitas olahraga menjadi benteng kedua yang melawan serangan virus corona ke dalam tubuh,” ujarnya.
Arie, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) ini juga menjelaskan bahwa olahraga itu memiliki intensitas, durasi, dan frekuensi.
“Intensitas bisa dilakukan secara sedang atau ringan untuk meningkatkan imunitas dengan durasi minimal tiga pulih menit per hari. Aktivitas ini dilakukan setiap hari,” terangnya.
Tiga hal itulah, kata dr. Arie, yang membedakan olahraga dengan bergerak.
Menurutnya, aktivitas di rumah seperti membersihkan kamar dan mencuci pakaian itu tidak termasuk olahraga melainkan bergerak.
Arie menyebut bergerak itu hanya berpengaruh terhadap otot dan sendi saja. Tidak berpengaruh pada imunitas tubuh.
Namun, dirinya berpesan pada masyarakat yang berolahraga di luar untuk menggunakan masker.
“Pakai masker itu tetap, cuci tangan, dan jaga jarak. Karena ini tindakan pencegahan supaya virus nggak masuk ke tubuh,” jelas dr. Arie yang hadir ke Media Center Satgas Covid-19 ditemani sang istri tercinta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
