2 Periode Menjadi Ketua, Ini Kesuksesan A Syamsir AS Pimpin BKPRMI Ujung Bulu

Terkini.id, Bulukumba— Keabadian hanya milik Sang Maha Pencipta, selain itu bersifat sementara semua, baik itu harta, keluarga, ajal, apalagi sekedar jabatan yang undang-undang dunia saja sudah membatasinya hingga dua atau tiga periode saja.

Namun hal istimewa ketika mampu menjalaninya dengan baik dan berakhir dengan kesan baik pula, demikian halnya dengan A Syamsir AS dipenghujung jabatannya sebagai ketua Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Ujung Bulu, menyisakan kesan menarik, layak untuk dikenang apalagi generasi setelahnya.

Dua periode menjadi orang nomor satu di BKPRMI Ujung Bulu terhitung sejak tahun 2012 sampai dengan 2019 bukan waktu yang singkat untuk berjuang dan berakhir dengan capaian cemerlang.

Sekretaris DPK BKPRMI Kecamatan Ujung Bulu, A Iqbal, SAP mengatakan, kita anggap A Syamsir AS sukses memimpin BKPRMI ini selama dua periode,pertama: SDM-nya yang dibangun melalui kekompakan dan kebersamaan sesama pengurus itu sangat terasa khususnya dari berbagai kegiatan.Kedua: prestasi juga nampak khususnya di LPPTKA atau di TKA/TPA baik secara kwalitas ataupun kuantitasnya.

“Prestasi secara kwalitas misalnya, hampir setiap tahun kita menjadi juara umum pada pelaksanaan FASI (Festival anak shaleh indonesia) tingkat kabupaten, adapun secara kuantitas, lulusan TPA (taman pendidikan al-Qur’an) yang berhasil di wisuda itu mengalami peningkatan jumlah yang cukup signifikan, terakhir ini sebanyak 430 orang khusus Kecamatan Ujung Bulu,” uraiannya.

“Kedepannya, baik itu pengurus, pembina, orang tua wali santri dan semua pihak terus menguatkan kerjasama dan kekompakan itu dalam mencapai motto kita di LPPTKA BKPRMI ‘menyonsong masa depan Qur’ani yang gemilang’,” harap A Iqbal. Senin, 7 Oktober 2019.

Selain itu, Wahyuni Wahab selaku Ketua LPPTKA menambahkan, kalau saldo kita nihil bahkan Pak Ketua (A Syamsir, red.) menjadi donatur utama dalam mensukseskan kegiatan yang diselenggarakan.

“Bulan lalu, beliau bertanya lagi persiapan saldo kas persiapan pelaksanaan FASI, saya jawab, cukupji Pak Ketua,” terangnya.

“Inilah pemimpin yang memang mau menghidupkan organisasi, tidak mencari hidup di organisasi, justru menghidupkan organisasi,” pungkas Wahyuni.

Mengungkap soal saldo kas selama ini, Wahyuni hanya mengatakan, pengeluaran terbesar kedua setelah Wisuda santri yang rutin terlaksana setiap tahun itu ketika mendirikan rumah cerdas, karena habis hingga Rp. 10.000.000,- itu pada tahun 2017.

“Hanya saja setelah launching Rumah Cerdas tersebut, kita sangat menyayangkan pihak Kementerian Agama hingga kini belum adanya perhatian secara kelembagaan setelah kita menghadirkan Rumah Cerdas itu,” terang Wahyuni.

“Kita sudah sepakat jika berhasil juara ada cendra mata atau hadiah, tapi syukur kita sudah dijanji, persoalan siapa juara kita juga belum dengar pengumumannya,” kesal Wahyuni Wahab.

Lagi, perhatian A Syamsir AS terhadap festival anak shaleh indonesia yang setiap dua tahun diselenggarakan, menurut Wahyuni, kalau sudah dilaksanakan tingkat provinsi maka Pak Ketua yang menanggung fasilitas-fasilitas yang kita butuhkan.

“Mobilnya yang diserahkan untuk kita gunakan selama kegiatan berlangsung,” kenangnya.

“Semoga FASI tahun depan kembali juara tingkat provinsi lanjut tingkat nasional,” harap Ustadzah Uni sapaan Wahyuni

Berita Terkait
Komentar
Terkini