Terkini.id — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Sulawesi Selatan merilis data terbaru kondisi sektor ketenagakerja yang terkena dampak penyebaran virus corona atau covid-19.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Disnaker Sulsel, Senin 13 April 2020, Jam 12.00 WITA. Sebanyak 288 perusahaan di Sulsel terkena dampak covid-19.
“Sektor-sektor ekonomi terdampak adalah jasa pariwisata, perdagangan dan konstruksi,” kata Kepala Disnaker Sulsel, Darmawan Bintang.
Akibat dari dampak tersebut, sebanyak 10.368 pekerja kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan.
Total pekerja dirumahkan sebanyak 10.095 orang, total Pekerja kena PHK 273 orang
Dari total 10.095 yang dirumahkan, 415 orang tetap dibayarkan full upahnya, 4.437 upahnya dibayar rata-rata 50 persen, selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah dan menunggu panggilan bekerja kembali.
Data yang masuk tersebut berasal laporan dari 12 kabupaten/kota di Sulsel yaitu, Makassar, Gowa, Takalar, Selayar, Sinjai, Wajo, Pangkep, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Daerah tertinggi terdampak
1. Kota Makassar : 7.620 Pekerja
2. Tana Toraja : 1.616 Pekerja
3. Gowa : 253 Pekerja
Daerah PHK (273 Pekerja)
1. Kota Makassar : 175 Pekerja
2. Kota Palopo : 64 Pekerja
3. Kab. Gowa : 33 Pekerja
4. Kab. Takalar: 1 Pekerja
Darmawan menambahkan, Disnaker Sulsel telah mengirim data pekerja yang kena PHK dan dirumahkan ke Kementrian Tenaga Kerjaan dan Trasmigrasi untuk diberifikasi.
“Kita akan segera mengirim data tambahan untuk diverifikasi,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
