3 Orang Dibunuh Kelompok Radikalis, Prancis Kerahkan 7 Ribu Tentara Jaga Gereja

Prancis

Terkini.id, Perancis — Aksi penyerangan yang mengakibatkan tiga korban jiwa membuat Presiden Prancis Emmanuel Macron meningkatkan keamanan gereja di negaranya. 

Macron pun mengerahkan 7 ribu personel tentara untuk berjaga di gereja di Prancis.

Sebelumnya, terjadi penyerangan di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice Prancis. Dari tiga korban jiwa, satu diantaranya dipenggal oleh pelaku.

“Sangat jelas sekali bahwa Prancis sedang diserang,” kata Macron mengutip AFP, Kamis 29 Oktober 2020.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex juga menyatakan bahwa pemerintahnya meningkatkan status keamanan ke level tertinggi usai terjadi penyerangan.

Menarik untuk Anda:

Di hadapan Majelis Nasional Prancis, Castex menyatakan pemerintah akan memberi respons yang tegas terhadap aksi terorisme tersebut.

Sejauh ini, sejumlah pemimpin dunia sudah menyampaikan bela sungkawa terhadap Prancis. Mulai dari Arab Saudi, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Spanyol serta beberapa negara lainnya.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa negaranya akan selalu mendukung Prancis melawan terorisme. Dia mengucapkan bela sungkawa yang dalam kepada Prancis khususnya para keluarga korban.

“Hati kami bersama warga Prancis. Amerika Serikat berdiri di samping sekutu tertua dalam pertarungan ini,” kata Trump lewat akun Twitter pribadinya, Kamis 29 Oktober 2020.

Sebelumnya, penyerangan terjadi di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice, Prancis. Tiga orang meregang nyawa, satu di antaranya dipenggal oleh pelaku yang kini telah ditangkap.

Menurut laporan AFP, pelaku diduga kuat merupakan warga Tunisa bernama Brahim Aouissaoui. Pria berusia 21 tahun itu dikabarkan belum lama tiba di Eropa.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Deretan Nama Tersangka Skandal Kasus Korupsi Menteri KKP Edhy Prabowo

Sama-sama dari Amerika, Luhut Jadi Menteri KKP Sementara Gantikan Edhy Prabowo

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar