Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah video di media sosial yang menyebut polisi Prancis menyerang Muslim Turki saat sedang melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Video tersebut dibagikan pengguna Facebook Jagdish Tiwari. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa polisi Prancis menyerang umat Muslim di Turki saat sedang salat.
“French police attacked muslims praying on the streets of Yüksekova! (Polisi Perancis menyerang Muslim yang sedang beribadah di Jalan Yuksekova!),” tulisnya.
Namun, berdasarkan penelusuran fakta dari tim Cek Fakta Liputan6.com, Sabtu 31 Oktober 2020,
video yang dibagikan Jagdish Tiwari itu mengarah ke tayangan YouTube dari channel Yüksekova Haber Portali.
Dalam tayangan itu tertulis bahwa video itu dibagikan di situs tersebut sejak 9 November 2012 silam.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Namun, dalam narasi video tidak disebutkan militer yang menyerang Muslim Turki saat salat Jumat.
“Peristiwa yang terjadi selama salat Jumat di distrik Yuksekova di Hakkari, membuat mereka yang salat berada dalam situasi yang sulit,” demikian tertulis dalam narasi video tersebut.
Hasil penelusuran juga mengarahkan ke situs berita The Logical Indian dengan judul artikel: “Fact Check: Old Video From Turkey Goes Viral As French Police Attacking Muslim Protesters”. Artikel itu sudah dipublikasikan pada Jumat 30 Oktober 2020.
Dalam artikel tersebut dijelaskan kalau video itu merupakan sekelompok mahasiswa yang sedang berunjuk rasa untuk menarik perhatian terhadap aksi mogok makan yang sedang berlangsung di penjara. Kejadian itu terjadi pada 9 November 2012.
Para mahasiswa meneriakan slogan-slogan yang mendukung Parkai Pekerja Kurdistan (PKK) dengan bendera Ocalan. Di Turki, PKK dianggap sebagai organisasi militan.
Setelah itu, pasukan polisi Turki menggunakan tembakan air dan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Aksi pembubaran mahasiswa itu kebetulan berdekatan dengan muslim yang sedang melaksanakan salat Jumat.
Berdarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa unggahan video yang mengklaim polisi Prancis menyerang umat Muslim di Turki yang sedang melaksanakan salat Jumat adalah hoaks.
Faktanya, kejadian yang ada dalam video tersebut terjadi pada 9 November 2012. Video itu merupakan peristiwa saat polisi Turki membubarkan mahasiswa yang mendukung organisasi militan di negaranya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
