330 Ribu Orang Positif Covid-19, Brasil Kini Urutan Kedua Terbanyak Setelah AS

Angka kematian akibat virus corona yang tinggi membuat pemerintah harus menguburkan pasien covid-19 yang meninggal dunia di tempat penguburan massal.(reuters)
Angka kematian akibat virus corona yang tinggi membuat pemerintah harus menguburkan pasien covid-19 yang meninggal dunia di tempat penguburan massal.(reuters)

Terkini.id, Brasil – Negeri samba, Brasil kini menjadi negara dengan total kasus virus Corona (COVID-19) terbanyak kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS).

Hal itu terjadi setelah otoritas Brasil melaporkan total 330.890 kasus virus Corona di wilayahnya.

Melansir dari Reuters dan CNN, Sabtu 23 Mei 2020, Kementerian Kesehatan Brasil baru saja mengumumkan tambahan 20.803 kasus dalam 24 jam terakhir. Dengan tambahan ini, total kasus virus Corona di Brasil kini ada di angka 330.890 kasus.

Angka tersebut menggeser Rusia dari posisi kedua untuk negara dengan total kasus virus Corona terbanyak di dunia. Rusia sejauh ini mengonfirmasi total 326.448 kasus virus Corona di wilayahnya.

Dengan total 330.890 kasus virus Corona, Brasil kini menempati posisi kedua untuk negara dengan total kasus terbanyak di dunia setelah AS, yang sejauh ini mengonfirmasi lebih dari 1,6 juta kasus virus Corona.

Menarik untuk Anda:

Dalam laporan pada Jumat 22 Mei 2020 waktu setempat, Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan tambahan 1.001 kematian dalam sehari. Total jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Brasil saat ini mencapai 21.048 orang.

Kota Sao Paulo menjadi kota yang terdampak virus Corona terparah di Brasil. Otoritas kota ini berupaya menyediakan lebih banyak tempat pemakaman untuk para korban meninggal akibat virus Corona yang semakin bertambah.

Presiden Jair Bolsonaro menuai kritikan tajam terkait cara penanganan pandemi Corona di negaranya. Pandemi ini juga memicu krisis politik di Brasil dan angka popularitas Bolsonaro menurun drastis.

Berbagai pertikaian tak terhindarkan, mulai dari perselisihan Bolsonaro dengan oposisi soal langkah-langkah social distancing, perselisihan dengan jajaran pejabat kesehatan yang berpengalaman, dan dukungan Bolsonaro untuk obat malaria, chloroquine, yang belum terbukti khasiatnya untuk virus Corona.

Total kasus dan kematian di lapangan diperkirakan lebih tinggi dari data resmi otoritas Brasil, mengingat negara ini lamban dalam meningkatkan kapasitas tes Corona. Wabah semakin meluas hanya dalam beberapa pekan.

Pada Senin (18/5) lalu, Brasil menggeser Inggris sebagai negara ketiga dengan total kasus virus Corona terbanyak. Pada Jumat (22/5) waktu setempat, Brasil menggeser Rusia sebagai negara kedua dengan total kasus terbanyak.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Anak 9 Tahun Dicabuli Oknum Guru Ngaji, Kadis PPPA: Status Pelaku Masih Terduga

Ini Nama-nama Daerah Zona Kuning yang Boleh Buka Aktivitas Sekolah Tatap Muka

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar