36 Barista Adu Kemampuan Seduh Kopi di Kota Makassar

36 Barista Adu Kemampuan Seduh Kopi di Kota Makassar

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 36 barista dari berbagai kedai dan kafe beradu kebisaan atau kemampuan menyeduh kopi dihadapan dewan juri. Kompetisi ini pertama kali diadakan di Kota Makassar dengan mengutamakan kualitas.

“Terkadang mereka tidak mempunyai media untuk mengekspresikan bakat, kemampuan menyeduh kopi di tingkat lebih tinggi,” ujar Juri Olweis Roaster Gerard Tahir, Rabu, 22 Juni 2022.

Kehadiran kompetisi Olweis Roastery Cup X Kopi Oma berupaya meningkatkan kemampuan para penyeduh kopi. Mulai dari proses giling basah, natural anaerob, natural klasik hingga proses basah.

Setelah melalui babak penyisihan, terpilih 18 barista untuk maju ke babak selanjutnya. Lalu berlanjut ke semi final dengan 9 peserta. Setelah itu masuk ke babak final.

“Akan terpilih 3 pemenang, dan ada satu kategori runner-up,” tuturnya.

Ihwal varian kopi, Gerard mengatakan pihaknya mengutamakan varietas yang cakupannya seluas mungkin. Tak hanya dari satu daerah di Indonesia, dan tak hanya satu proses pasca-panen. 

“Kita ada dari kopi Toraja, Aceh Gayo, Jawa, juga ada dari Bali,” ungkapnya.

Ia mengatakan sebanyak tujuh dewan juri sudah melakukan kalibrasi untuk menghindari penilaian subyektif. Gerard mengatakan ada standar yang telah ditetapkan.

Adapun ketujuh dewan juri tersebut antara lain, Dodit dari Kopiapi Coffe Makassar, Giant Pallacubang dari Jajini Co Brewing Space, Restoe Faisal dari Roaster Kopiteori Indonesia, Safriady Tiro dari Co-Founder Peanuts Coffe Company, Adhin Muhlasin dari Aladin Coffe Roastery, dan Baimva yang merupakan 1st Jagobrew 2021 dan Founder of Sudut Senja.id, serta Gerard Tahir dari Olweis Roastery SCA Certified No. 485662 Coffe Skills Program.

Adapun penilaian dewan juri yakni soal balance atau keseimbangan. Segala aspek cita rasa kopi ada, mulai dari rasa manis, asam, ketebalan atau tekstur. Ia mengatakan seluruh dewan juri sudah melakukan kalibrasi. 

“Paling penting dimaksimalkan cita rasa atau potensi biji kopi itu sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, potensi kopi di Sulawesi Selatan cukup besar. Hal itu terlihat dari kopi Toraja yang sudah ternama, begitu juga dengan kopi Malino.

“Kita sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan sayang sekali kalau tidak bisa menunjukkan kemampuan kita memanfaatkan dan membuat atau menyeduh kopi dan bersaing di tingkat internasional,” paparnya.

Ia pun berharap ada keterlibatan pemerintah untuk bekerja sama dengan komunitas kopi di Makassar. Pasalnya, kata dia, potensi itu sangat besar. 

“Itu terlihat dari antusiasme peserta yang begitu besar dan begitu banyak kemampuan yang dimiliki dan sayang kalau tidak dimanfaatkan,” tuturnya. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.