Terkini.id, Makassar – Bangunan liar yang berdiri di sempadan sungai ditengarai sebagai salah satu penyebab banjir besar di Kota Makassar. Pemerintah seharusnya mengambil tindakan tegas lantaran melanggar tata ruang.
Panjang seluruh sempadan sungai di Kota Makassar yakni 23,10 km, Sungai Tallo sepanjang 10 km dan Sungai Pampang 13,3 km. Sementara yang digunakan bangunan liar sepanjang 1,5 km atau setara 6,5 persen.
Seharusnya ada literasi ke masyarakat tentang pentingnya mengosongkan sempadan sungai.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebut mereka yang menghuni sempadan sungai merupakan kaum urban. Mereka datang ke kota untuk mencari penghidupan yang layak.
“Ini memang harus kerja kita sama-sama, saya kira tugas kita semua,” kata Danny Pomanto, Rabu, 15 Februari 2023.
Menurutnya, urbanisasi menjadi persoalan besar di Kota Makassar lantaran menjadi pusat di Indonesia Timur.
“Kalau di daerah-daerahnya mereka dapat rezeki yang baik, dia tidak akan ke kota. Karena di sana paceklik datang ke Kota. Di kota tidak ada rumahnya. Coba cek KTP-nya mereka, rata-rata itu banyak yang urban,” kata Danny Pomanto.
Program Apartemen Lorong
Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah dengan melakukan relokasi. Pemerintah, kata dia, telah mendorong program Apartemen Lorong (Aparong) sebagai solusi hunian di tengah terbatasnya lahan di Kota Makassar.
“Aparong solusinya. Kemarin kan (tahun lalu) gagal tender, tapi tahun ini akan didorong,” jelas Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
