4 Oknum Polisi Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Jurnalis di Makassar

kekerasan jurnalis
Jurnalis di Makassar korban kekerasan oknum polisi

Terkini.id, Makassar – Penyidik Polda Sulsel telah menetapkan 4 oknum polisi sebagai tersangka kasus kekerasan jurnalis, di antarannya, MJ, IS, AW dan PGAP.

Salah satu tim advokasi kekerasan jurnalis, Firmansyah mengatakan berdasarkan surat yang diterima pihaknya, penyidik menyebutkan penetapan tersebut Nomor: B/195/II/Res.1.6/2020/Ditreakrimum, tertangal 26 Februari 2020, perihal: Pemberitahuan Penetapan Tersangka. ‌Ke-empat orang tersebut disangkakan Pasal 170 jo pasal 351 Kupidana.

‌”Tentunya dengan keluarnya surat tersebut, maka semakin jelas siapa diduga pelaku kekerasan terhadap Jurnalis. Selain itu juga kami mempertanyakan proses hukum terlihat begitu lamban. Sehingga kami berharap untuk.segera mungkin perkara ini dilanjutkan di hadapan pengadilan,” kata Firmansyah, Senin, 2 Maret 2020.

“Kami mendesak untuk segera tersangka ditahan,” sambungnya.

‌Sekadar diketahui, ‌sebelumnya 3 Jurnalis mendapat kekerasan aparat keamanan saat pembubaran massa aksi yang menolak sejumlah kebijakan yakni revisi Undang-undang KPK, Rancangan Undang-undang KUHP, RUU Pertanahan serta RUU Pemasyarakatan dan sejumlah lainya yang tidak pro terhadap rakyat, pada 24 September 2019, lalu.

Baca juga:

Ketiga jurnalis tersebut masing-masing M Darwin Fatir dari LKBN Kantor Berita Antara, Isak Pasabuan dari Makassar Today, dan M Saiful dari Inikata. Kejadian tersebut terjadi pada 24 September 2019 sekitar pukul 16.00 Wita.

Salah seorang korban yakni M Darwin Fatir sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat pengeroyokan oknum aparat keamanan karena mengalami luka bocor di bagian kepala kiri belakang, tangan lebam hingga mengalami sakit di sekujur badannya akibat pukulan dan tendangan dari oknum di depan Kantor DPRD Sulsel.

Sementara M Saiful mengalami luka serius pada bagian pipi atas berdekatan dengan mata kirinya diduga terkena pentungan oknum aparat keamanan saat itu berada di sekitaran bawah jembatan layang atau Fly Over jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Sedangkan Isak Pasabuan mengalami pemukulan dan mendapat perlakuan kasar hingga dihalang-halangi saat mengambil gambar ketika aparat melakukan dan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa di pos sekuriti showroom Motor Hyundai, Jalan Urip Sumoharjo.

Komentar

Rekomendasi

Pemkot Makassar Beri Stimulus Percepatan Ekonomi bagi Pengusaha

Perkumpulan Kontraktor Listrik Protes Keras Addendum Kontrak PLN Sulselrabar

Yusran Akui Makassar Belum Penuhi Kriteria Terapkan New Normal

Ajak Masyarakat Donor Darah, PMI Makassar: Kami Sudah Jalankan Protokol Kesehatan

KPK Apresiasi Langkah Pj Wali Kota Yusran Selamatkan Aset Negara

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar