Polisi Dinilai Lamban Tetapkan Tersangka Kekerasan Jurnalis

Polisi melakukan pemukulan terhadap Muhammad Darwi Fathir jurnalis ANTARA saat melakukan peliputan di depan Gedung DPRD Sulsel

Terkini.id,Makassar – Kinerja Polda Sulsel dalam menangani laporan kasus dugaan penganiayaan tiga jurnalis Makassar dinilai lamban.

Tim Kuasa Hukum tiga korban jurnalis, Firmansyah  mengatakan berdasarkan bukti-bukti seperti foto dan video serta memperlihatkan baju korban, telah diserahkan ke pihak Polda. Harusnya, penyidik sudah harus menaikkan dari status penyelidikan ke penyidikan, yang berarti sudah ada penetapan tersangka.

“Masa sudah sebulan belum ada perkembangannya? atas dasar bukti-bukti itu tentunya kami patut mempertanyakan apakah memang pihak kepolisian serius untuk mengungkap kasus ini atau tidak?,” ujar salah satu Tim Kuasa Hukum tiga korban jurnalis, Firmansyah.

Lanjut Firmansyah, Tim Kuasa Hukum yang tergabung dalam LBH Pers Makassar sebelumnya Melayangkan Surat Nomor: 003/LBHPers-Mks/X/2019, Perihal: Permintaan Informasi perkembangan terkait kasus kekerasan, penganiayaan dan Penghalang-halangan terhadap tiga Jurnalis.

“Berdasarkan Lp/B/347/IX/2019. Tertanggal 26 September 2019 hingga saat ini belum ada kejelasan apakah laporanya akan ditindak lanjuti atau tidak,” tegas Firmansyah.

Pihaknya juga telah memberikan kwitansi guna kepentingan pengambilan visum korban di RS. Selain itu, dua orang saksi telah diperiksa oleh penyidik.

Berdasar pada ketentuan Perkap 14/2012 pasal 3 seharusnya kepolisian dalam melakukan proses penegakan hukum harus transparan kepada publik terkhusus kepada Korban. Namun, faktanya hingga saat ini pihak korban, belum mendapat kepastian hukum apakah status perkaranya naik ke tingkat penyidikan atau tidak.

“Olehnya itu, kami menangih komitmen dan keseriusan Kapolda Sulsel untuk penuntasan kasus ini, mengingat ini kasus menjadi perhatian publik,” tandas Firmansyah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini