Terkini.id, Jakarta – Menkopolhukam Wiranto harus menjalani pemotongan usus halus sepanjang 40 sentimeter lantaran ditusuk Syahrial alias Abu Rara, anggota teroris jaringan JAD.
Pemotongam usus halus tersebut dilakukan saat Wiranto menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
“Ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 sentimeter,” kata Tenaga ahli Wiranto, Agus Zaini melalui keterangan persnya, Jumat 11 Oktober 2019.
Mengapa dokter harus memutuskan pemotongan usus halus? alasannya, karena usus tersebut mengalami kerusakan setelah penusukan yang dilakukan Abu Rara.
Salah satu dokter, Otto Rajasa, mengungkapkan, ada dua alasan usus yang rusak tersebut wajib dibuang hingga 25 sentimeter.
“Ada dua kemungkinan, penusukan (terhadap Wiranto) dilakukan berulang kali dengan keras atau pisau dibubuhi racun sehingga membusukkan organ yang terkena. Pendarahan 2 liter untuk lelaki berusia 72 tahun bisa fatal,” terang jebolan Medical Doctor di Fakultas Kedokteran Unair tersebut.
Seperti diketahui, mantan Panglima ABRI Wiranto sempat mendapatkan perawatan di RSUD Pandeglang Banten akibat luka tusuk yang mengenai usus halusnya. Setelah itu, Wiranto dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta dengan menggunakan helikopter dengan jarak tempuh 30 menit.
“Bagian perut yang luka akibat tusukan senjata tajam kembali mengeluarkan darah. Dalam perjalanan kondisinya tetap sadar, tentu sambil menahan rasa sakit yang luar biasa,” kata Agus, staf Wiranto.
Setibanya di RSPAD, Wiranto langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan.
Operasi di RSPAD yang memakan waktu selama kurang lebih 3 jam sukses dilakukan. Kini, kata dia Wiranto sudah siuman dan masuk ke masa pemulihan.
“Alhamdulillah, pasca operasi kondisi Wiranto membaik, meski tetap harus menjalani perawatan,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kamis 10 Oktober 2019 kemarin.

Aksi penusukan itu dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Akibat peristiwa tersebut, Wiranto mengalami dua luka tusukan di bagian perut dan kini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Dalam kasus ini, polisi telah meringkus Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto. Polisi menyebutkan Abu Rara teridentifikasi sebagai anggota teroris jaringan JAD.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
