Wiranto Diserang, Ninoy Diculik, Kita Diteror

DI Menes, Pandenglang, Banten, Menkopolhukam Wiranto di serang seorang tidak dikenal. Begitu turun dari mobil, Wiranto disambut Kapolsek disana. Tetiba, seorang lelaki membawa gunting menghampiri dan menusuknya.

Ada kabar, Wiranto terluka di bagian perut. Sementara Kapolres terluka di bagian pinggang.

Yang pasti pelaku langsung dibekuk aparat. Ada kabar, pelaku tidak sendiri. Dia hadir bersama istrinya yang juga kedapatan membawa senjata tajam untuk melakukan serangan yang sama.

Kejadian ini sungguh mengerikan. Bagaimana ancaman sudah ada di dapan mata. Peristiwa-peristiwa menyerangan pejabat dan aparat secara terang-terangan adalah teror bagi bangsa ini.

Sebelumnya, kita juga diteror oleh kasus Ninoy. Seorang pegiat media sosial pendukung Jokowi, habis digebuki di dalam masjid. Pelakunya kini sudah digulung polisi. Ada 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pola-pola kekerasan seperti ini, apalagi berkenaan dengan isu-isu politik, pasti bukan soal kriminal biasa. Ini adalah semacam teror yang ditujukan kepada publik. Bukan hanya kepada korban.

Dan polanya akan semakin acak dan brutal. Tidak ada cara lain, gerombolan-gerombolan memuja kekerasan ini harus dilawan dan diberangus. Jangan pernah memberi mereka ruang untuk menakut-nakuti kita. Jangan pernah memberi mereka kesenangan dengan bungkamnya kita.

Mereka harus kita lawan. Sebab, kekerasan yang mereka tularkan, akan berbahaya bagi masa depan bangsa ini. Sebagai bangsa beradap, mereka inilah sesungguhnya sampah-sampah demokrasi.

KIta ingat film Joker. Kejahatan bisa terjadi ketika orang baik, salah pengajian!

“Kesenduan bisa terjadi, ketika seorang lelaki salah kamar,” ujar Abu Kumkum.

Komentar

Rekomendasi

SDM Unggul Menuju Masyarakat Madani dalam Perspektif Alquran (2)

Mattoanging Tanpa Kekerasan

Mengapa Montir Motor Tidak Tamat SD Bisa Bikin Pesawat ?

Jangan Jadi Generasi Tidak Cukup Satu

Jatuhnya Pesawat Ukraina oleh Rudal Iran

Warung Kopi Keliling, Kreatifitas di Era Disrupsi

Saibun Galau

Toto Hanya Orang yang Mencintai Indonesia

Pilkada Gowa: Petahana Tanpa Lawan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar