Abu Janda Tersandung Kasus, Rocky Gerung: Dia Sudah Tidak Lagi Diperlukan Istana

Abu Janda Tersandung Kasus, Rocky Gerung: Dia Sudah Tidak Lagi Diperlukan Istana

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung mengomentari soal pegiat media sosial Abu Janda yang saat ini tersandung kasus usai dipolisikan Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Rocky lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Minggu 31 Januari 2021, menilai Abu Janda sebagai buzzer pemerintah sudah tidak lagi diperlukan oleh Istana.

“Karena mereka sudah tak lagi diperlukan. Istana mungkin sudah terbuka sedikit akalnya, mulai dari problem di Papua, ketegangan agama yang tak kunjung diselesaikan. Akhirnya ya sudah cukup,” ujar Rocky Gerung.

Hal itu, kata Rocky, terlihat dari banyaknya partai politik yang meminta agar Abu Janda ditindak tegas.

Bahkan, organisasi masyarakat yang kerap disanjung-sanjung oleh Abu Janda yakni Nahdlatul Ulama juga ikut merisaknya.

Baca Juga

Menurut Rocky, NU seakan tak sudi lagi membela Abu Janda yang justru seolah makin mempertajam konflik keagamaan di Tanah Air.

Selain itu, Rocky Gerung juga mengibaratkan buzzer-buzzer tersebut sebagai peliharaan yang diasuh oleh pihak tertentu.

Menurutnya, jika pengasuhnya itu sudah malas memelihara mereka maka pasti akan dilepaskan.

“Buzzer-buzzer ini kan piaraan, jadi kalau pengasuhnya sudah malas, ya dia lepas saja kan,” ungkap Rocky.

Rocky Gerung pun menjelaskan alasan mengapa para pengasuh itu malah melepas mereka begitu saja.

“Di negara-negara lain juga begitu, di Amerika. Kalau sudah enggak diperlukan oleh intelijen ya begitu, ganti formatnya,” jelas Rocky.

Rocky Gerung pun mengibaratkan hal itu terhadap persoalan yang menimpa Abu Janda.

“Mungkin para pengasuhnya yang mereka sebut kakak pembina atau kakak senior sudah malas merangkulnya lagi. Sebab mereka sudah sadar jika para buzzer ini sudah tak lagi berguna,” tuturnya.

Mengutip Hops.id, dalam tayangan videonya tersebut Rocky Gerung juga mengungkapkan pada tiga bulan lalu ada sebuah pertemuan reuni para buzzer.

Pada pertemuan reuni yang juga turut dihadiri Abu Janda itu, para buzzer menyerukan agar kembali melakukan aksi ‘hajar’.

Namun, Rocky justru tertawa melihat hal itu sebab menurutnya politik sebenarnya selalu tukar tambah kepentingan. Dan saat ini rezim dianggap sudah mulai malas memelihara buzzer itu.

“Hitler saja ganti-ganti buzzer karena jijik dengan buzzer yang tak bisa berpikir,” bebernya.

Rocky juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah menaruh curiga kalau KNPI yang selama ini dikenal berafiliasi dengan kekuasaan justru menjadi paling awal melakukan pelaporan pada Abu Janda.

Dan pelaporan terhadap Abu Janda itu, menurut Rocky Gerung, bisa jadi merupakan perintah dari kekuasaan.

“Artinya perintah kekuasaan. Artinya memang tak ada yang kebal bukum enggak ada. Termasuk pada anjing-anjing yang menggonggong sesukanya. Kini dilepas begitu saja,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.