Masuk

Soal NasDem Ditendang Dari Kubu Istana, Pengamat Politik: Memang Layak!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik Rocky Gerung buka suara soal mengenai kuatnya desakan agar NasDem ditendang dari kubu istana.

Hal tersebut disampaikan Rochy Gerung melalui sebuah unggahan video melalui kanal youtobe miliknya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Manuver partai dan aktor politik terus mengalami pergolakan seiring momen-momen yang terjadi akhir-akhir ini seperti deklarasi dukungan NasDem ke Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Akal Sehat dan Keadilan ‘Tewas’, ini Obatnya

Imbas dari manuver berani NasDem mendukung eks Gubernur DKI Jakarta tersebut, kubu istana mulai mengirim sinyal mendesak agar partai pimpinan Surya Paloh itu ditendang dari koalisi istana dan kabinet menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi), di antara pihak yang beberap kali mengirim sinyal tersebut adalah PDIP lewat sejumlah elite-nya. 

Lantas hal tersebut, Pengamat Politik Rocky menyebut bahwa desakan yang muncul salah satunya lewat PDIP adalah hal yang bagus mengingat manuver NasDem sudah terang-terangan bertentangan dengan istana.

“Karena NasDem pendukung presiden dan Anies tidak didukung oleh Presiden Jokowi maka memang layak NasDem itu diberhentikan, saya kira itu tekanan Ibu Mega, bagus juga Bu Mega berpikir begitu itu,” ujar Rocky melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official. Dikutip Terkini.id dari Suara.com. Sabtu, 22 Oktober 2022.

Baca Juga: PKS Optimistis Koalisi bersama NasDem dan Demokrat akan Terbentuk Solid

Apa yang dilakukan PDIP dan Megawati menurut Rocky penting untuk menegaskan posisi partai dalam berpolitik yakni sebagai oposisi atau penguasa.

Menurut Rocky pertimbangan-pertimbangan yang sedemikian akan dipertimbangkan betul-betul oleh Jokowi.

“Supaya bersih kalau beroposisi jangan di kabinet, kira-kira itu pesan untuk Surya Paloh melalui tekanan pada Pak Jokowi, dan sangat mungkin Pak Jokowi mempertimbangkan hal itu, ‘oke akan ada reshuffle’ kira-kira begitu kan yang normal pasti di-reshuffle,” ujar Rocky.

Dengan harga mahal yang harus diterima NasDem dengan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, Rocky juga mengingatkan konsistensi dari Megawati dan PDIP mengenai kedisiplinan dalam bersikap dalam politik.

Baca Juga: Delapan Partai Parlemen Kompak Tolak Sistem Proporsional Tertutup

Jika Megawati dan PDIP kencang mengirim sinyal agar NasDem didepak imbas tak konsisten bersikap menjadi pendukung pemerintah, maka Megawati perlu bersikap juga ke Ganjar Pranowo karena selama ini dianggap bermanuver mendahului partai terkait pencapresan.

“Dengan prinsip yang sama kita minta juga pada Ibu Mega. Kalau NasDem ditendang karena indisipliner ya Ganjar juuga harus ditendang kan dia indisipliner di PDIP, kan FNN Cuma mau lihat masuk akal supaya Ibu Mega konsisten dong, orang yang indisipliner ya dikeluarkan dari partai jangan sekadar meminta NasDem dikeluarkan dari kabinet,

“Dan kita tahu Ibu Mega selalu tegak lurus dengan prinsipnya, mudah-mudahan Ganjar dikeluarkan dulu dari PDIP baru Pak Jokowi bilang ‘oke karena Ibu Mega sudah konsisten, maka saya akan keularkan NasDem dari kabinet’,” jelas Rocky.