Ada Syarat Harus Menang 20 Persen di Tiap Daerah, Jokowi Terancam Gagal?

Pilpres 2019
Ilustrasi Pilpres 2019.(terkini.id/hasbi)

Terkini.id, Jakarta – Banyak analisa berkembang, yang menyebutkan Capres 01 Jokowi sulit untuk terpilih karena adanya ketentuan dalam UUD 1945 yang menghalangi.

Beberapa isu yang beredar di medsos, grup whatsapp, menyebutkan, ada ketentuan UUD 1945 yang menyebutkan, presiden yang terpilih adalah mereka yang bisa memenuhi syarat minimal 20 persen suara di masing-masing provinsi.

Sementara, Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin berdasarkan quick count, meraup suara di bawah 20 persen di dua daerah. Antara lain di Aceh sebesar 17,12 persen, dan di Sumbar dengan suara cuma 9,12 persen.

Benarkan isu tersebut?

Pakar Hukum Tatanegara, Profesor Aminuddin Ilmar, mengungkapkan, aturan tersebut tidak berlaku.

“Perlu dijernihkan ketentuan dalam Pasal 6a Ayat 3 UUD 1945 bahwa, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” tulis Aminuddin Ilmar.

Menurut dia, banyak kalangan menilai dalam pasal tersebut ada tiga syarat dalam memenangkan Pilpres, yakni memperoleh suara lebih dari 50 persen, memenangkan suara setengah dari jumlah provinsi (17 Provinsi) dan terakhir, di 17 Provinsi lainnya kalah minimal suara 20 persen.

“Padahal, ketentuan tersebut telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi pada Tahun 2014,” kata dia.

Dalam putusan MK tersebut, diputuskan bahwa kalau pasangan capres hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak, tanpa memperhatikan sebaran pemilih lagi.

“Dengan kata lain, MK berpendapat pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 tidak berlaku ketika hanya terdapat dua pasangan calon sehingga pasangan yang mendapat suara lebih dari 50 persen, tak perlu lagi menggunakan aturan tentang sebaran,” terang dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini