Pendidikan Vokasi Unhas Go Global, Fokus Cetak Talenta AI dan Industri Digital

Pendidikan Vokasi Unhas Go Global, Fokus Cetak Talenta AI dan Industri Digital

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, JakartaUniversitas Hasanuddin melalui Fakultas Vokasi terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan dengan menjalin kerja sama strategis bersama institusi pendidikan dan industri asal Tiongkok.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam pengembangan pendidikan vokasi, talenta industri, serta teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Kerja sama dilakukan antara Foshan Polytechnic, Guandong Bangpu Recycling Technology Co., Ltd Indonesia Buri Base, dan Fakultas Vokasi Unhas sebagai bagian dari implementasi program internasional “1 + 10 + 100 + 1,000 + 10,000 Project”.

Program tersebut difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi, transfer pengetahuan industri, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri global berbasis digital dan AI.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, didampingi Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof Muh. Restu, pada agenda “China–Indonesia AI + Cross-Border E-Commerce Localization Training and Industry Exchange Program in Indonesia” yang berlangsung di Novotel Jakarta Pulo Mas, Selasa (19/5).

Baca Juga

Selain memperkuat hubungan antarlembaga, kerja sama ini diharapkan membuka peluang riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, hingga peningkatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Suparto, menegaskan bahwa transformasi AI telah menjadi realitas baru yang mengubah arah perkembangan industri dunia.

“Pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk mendukung perubahan strategis tersebut. Kita ingin menghadirkan talenta masa depan yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu melakukan transformasi itu sendiri,” ujar Suparto.

Menurutnya, Indonesia dan Tiongkok memiliki visi yang sama dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi perkembangan AI dan digitalisasi industri.

Kolaborasi lintas negara dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, serta kesiapan tenaga kerja global.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.