Terkini.id, Jakarta – Adian Napitupulu seorang anggota DPR dari fraksi PDIP belum lama ini menyoroti fraksi Demokrat
Dalam sorotannya, Adian Napitupulu secara terang-terangan meminta fraksi Demokrat belajar matematika dan sejarah sebelum mengkritik kenaikan harga BBM.
Hal tersebut disampaikan lantarn di era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih banyak dibandingkan kenaikan harga BBM di era Presiden Joko Widodo
“Era SBY tentunya merupakan kesedihan bagi semua orang kecuali mereka yang berkuasa saat itu,” ujar Adian.
Selain dari itu, Adian menyebut di era SBY total kenaikan harga BBM Premium Rp 4.690, sementara di era Jokowi total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite sekitar Rp 3.500 per liter. Jadi, SBY menaikan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi.
- Viral Ungkapan Kekecewaan Adian Napitupulu ke Jokowi: Saya Sedih Gibran ke Sana
- Adian Napitupulu Ungkap Jokowi yang Meminta 3 Periode dan Mohon Anak-Menantunya Jadi Wali Kota
- Adian Napitupulu Sindir Acara Relawan Jokowi, Singgung Bantuan Cianjur
- Politisi Demokrat Soal Pernyataan Adian untuk SBY dan AHY: Analisanya Sudah Tumpul, Kebanyakan Tidur di Kursi DPR
- Adian Napitupulu Larang AHY Bicara, Umar Hasibuan: Otakmu Sekarang Otoriter
Selain itu, di era SBY upah minimum misalnya DKI Rp 2.200.000 pada 2013. Kemudian, dengan BBM harga 6.500 per liter maka upah satu bulan hanya dapat 338 liter perbulan.
Di era Jokowi hari ini BBM Rp 10 ribu dan upah minimum Rp 4.641.000 per bulan. Dikutip dari Jpnn. Kamis, 8 September 2022.
“Di era Jokowi setiap bulan upah pekerja senilai dengan 464 liter BBM. Jadi, ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi sebesar 126 liter,” kata Adian.
Selanjutnya, pembangunan jalan tol sebagai salah satu infrastruktur penting dalam aktivitas ekonomi di era SBY hanya mampu membangun 193 kilometer jalan tol, sementara di era Jokowi jalan tol yang dibangun hampir 10 kali lipat dari zaman SBY yaitu 1.900 kilometer.
Oleh Karena itu, jika mau dihitung lebih detail lagi dari jalan tol, jalan nasional non tol, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa sepanjang 304.490 kilometer maka setiap detik Jokowi membangun tidak kurang dari 1,5 meter jalan kali lebar yang berbeda beda.
“Saya menyarankan agar kader Demokrat untuk bisa belajar matematika dan belajar sejarah sehingga jika membandingkan maka perbandingan itu logis tidak anti logika dan historis,” tegas Adian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
