Masuk

Politisi Demokrat Soal Pernyataan Adian untuk SBY dan AHY: Analisanya Sudah Tumpul, Kebanyakan Tidur di Kursi DPR

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Cipta Panca Laksana merespon pernyataan Politisi PDIP, Adian Napitupulu mengenai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Cipta Panca Laksana lantas menyebut analisa Adian Napitupulu tumpul akibat kebanyakan tidur di kursi DPR sehingga apa yang disampaikan AHY mengenai infrastruktur dan kabar SBY akan turun gunung, dilihat Adian sebagai serangan terstruktur.

Pernyataan AHY dan SBY itu dinilai Cipta Panca bukan lah sebuah serangan terstruktur seperti yang disampaikan oleh Adian Napitupulu, melainkan PDIP yang dia sebut terlalu ‘baper’ sehingga apa yang disampaikan AHY dan SBY menjadi viral.

Baca Juga: Adian Napitupulu Sindir Acara Relawan Jokowi, Singgung Bantuan Cianjur

“Analisa Adian udah tumpul. Kebanyakan tidur di kursi DPR. Siapa juga yang merancang serangan terstruktur? PDIP aja yang baper sehingga viral itu barang”, kata Cipta Panca Laksana, seperti dikutip dari pernyataannya di akun media sosial Twitter pribadinya, Sabtu 24 September 2022.

Tak hanya itu, Cipta Panca juga menilai cara yang digunakan Adian dalam merendahkan AHY terlalu berlebihan.

Dia lantas membandingkan pencapaian AHY yang sekarang ini sudah berhasil menduduki kursi Ketua Umum Partai, sementara menurutnya, Adian hingga saat ini tidak mampu mencapai puncak seperti yang diperoleh AHY.

Baca Juga: SBY Turun Gunung, Jusuf Kalla: Itu Keputusan Terakhir Pada Majelis Tinggi

“Cara Adian merendahkan AHY juga lebay. Dia bilang belum pernah jadi RT/RW. Lha, AHY ketum partai yang Adian sampai sekarang ngga bisa”, kata Cipta Panca Laksana.

Politisi Demokrat ini lantas menyebut jika Adian lupa jika Megawati dulunya bukan siapa-siapa tetapi bisa menjadi presiden walau bukan pilihan rakyat.

Dia juga menyinggung mengenai AHY yang juga bukan siapa-siapa tetapi mampu mengalahkan hasil Survey Puan Maharani dan berada di posisi ke empat.

“Dan Adian Lupa, Megawati dulu juga bukan siapa-siapa tapi bisa jadi presiden walau bukan pilihan rakyat langsung. Dan Adian lupa, AHY itu dia bilang bukan siapa-siapa. Faktanya AHY hasil surveynya nomor 4 di atas Puan. Lihat penguasaan sosial media, AHY di atas Jenderal Dudung, Andika dll”, ujarnya.

Baca Juga: Adian Napitupulu Larang AHY Bicara, Umar Hasibuan: Otakmu Sekarang Otoriter

Pernyataan Adian Soal AHY dan SBY

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi yang ditayangkan di Metro Tv, Adian Napitupulu melihat ada serangan terstruktur yang dibangun oleh Partai Demokrat dengan menyebutkan beberapa poin yang menjadi indikasi penilaiannya.

“Kalau saya lihat in ikan rangkaian. Ini serangan yang terstruktur kok. Pertama saat kenaikan BBM ada yang nangis itu diulang-ulang terus oleh Partai democrat”, kata Adian Napitupulu.

“Oke lalu kedua AHY bicara soal apa infrastruktur dan ke tiga SBY turun gunung, ini rangkaian. Kalau menurut saya ini bukan sebuah kebetulan semata-mata, ini by design”, ujarnya.

Menurut Adian, ini sengaja di desain sedemikian rupa untuk persiapan Pemilu 2024 dan menurutnya, desain ini dipersiapkan untuk AHY.

“Nah kenapa harus didesain sedemikian rupa? Ya menuju 2024. Jadi kalau ada yang berupaya agar hanya dua pasang calon kira-kira seperti itu, lalu kemudian partai-partai ini bernegosiasi dan ternyata Cuma 2 dan saat itu SBY akan datang lagi, bicara lagi ‘betul kan yang saya bilang, itu sudah saya bayangkan beberapa bulan lalu’ dan sebagainya”, ujar Adian.

“Jadi sedang mendesain sesuatu gitu loh. Tapi persoalannya untuk siapa desain ini? Untuk anaknya (AHY) yang selalu dibawa kemana-mana”, lanjutnya.

Mencalonkan Diri Sebagai Capres Hak Setiap Warga Negara

Dalam pembahasannya, Adian juga mengatakan jika mencalonkan diri sebagai Presiden dan Calon Wakil Presiden itu merupakan hak setiap warga negara.

“Mencalonkan diri menjadi presiden menurut saya itu hak setiap warga negara siapapun boleh”, kata Adian.

Kendati demikian, dia berpendapat jika ini diserahkan lagi kepada masyarakat apa yang menjadi alasan memilih pemimpin, tetapi Adian menyampaikan jika AHY selama ini belum pernah memimpin seperti misalnya menjadi bupati.

“Tap ikan di titik tertentu rakyat akan berfikir apa sih yang bernah dilakukan oleh AHY misalnya bupati belum pernah, gubernur belum pernah DPR RI belum pernah masih usia muda sudah mundur dari tantara, tidak menyelesaikan jabatannya kira-kira seperti itu. RT/RW belum pernah, lurah belum pernah, lalu dia tidak pernah punya pengalaman sebagai pejabat publik lalu mau memimpin sebuah republic”, ujarnya.