Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, belum lama ini beredar informasi bahwa Taliban telah menguasai Afganistan.
Mereka diketahui telah menduduki Istana Kepresidenan Afganistan dan bahkan meminta kuasa penuh.
Oleh karena itu, sebagaimana penelusuran terkini.id di media sosial Twitter, tagar ‘Taliban’ dan ‘Afganistan’ menjadi trending topic pada hari Senin ini, 16 Agustus 2021.
Dilihat dari cuitan-cuitan para netizen, mereka tampak terbagi menjadi dua kubu, yaitu pro dan kontra.
Ada yang mendukung Taliban merebut kekuasaan di Afganistan, tetapi tentu saja ada pula yang sebaliknya.
- Gawat! Minta Pengakuan Dunia, Taliban Ancam Hal Mengerikan Ini Jikalau Tak Dituruti
- Demi 'Mengganjal' Perut di Tengah Krisis, Penduduk Afganistan Nekat Jual Anak Perempuan hingga Balita
- Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per Bulan
- Sejak Taliban Berkuasa, Sudah Ada 4 Bom Bunuh Diri di Afghanistan
- Kabur karena Takut Dipenggal Taliban, Gay Asal Afganistan Sembunyi di Ruang Bawah Tanah
Bahkan tak sedikit netizen yang berharap nasib Indonesia tak akan pernah seperti Afganistan yang diduduki oleh Taliban.
Salah satunya ada netizen dengan nama akun Hansssolo yang mengimbau agar masyarakat menjaga diri dan keluarga dari paham Taliban.
Bagaimana caranya? Yaitu dengan selalu mengedepankan landasan negara Pancasila dan UUD 1945.
“Selamat pagi semua. Kita tentu tdk ingin seperti Afghanistan yg dikuasai Taliban, maka dari itu harus menjaga diri dan keluarga dari paham seperti itu serta bernegara berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945,” tulis sang netizen, dikutip terkini.id via Twitter.
“Semoga Allah melindungi Indonesia dan kita sbg rakyatnya, aamiin,” pungkasnya.
Sementara itu, ada pula netizen lain yang justru menyinggung perihal konflik ‘cebong’ dan ‘kampret’ yang dinilai tak ada apa-apanya dibanding konflik Timur Tengah.
“Peta konflik Timur Tengah yg mengait juga ke Afghanistan tidak sesederhana konflik Cebong Kampret. Buru-buru bawa narasi Taliban-Isis kemari malah nanti lucu. Apalagi skrg ada faktor Cina,” tulis akun NephiLaxmus.
“Taliban menang di Afghanistan, yang qtar-qtir suatu negara kepulauan. Dan selalu, masih, koar2 persatuan semu yang labelnya ‘price die’ itu,” cuit akun lainnya, Iniapi_.
“Besok 17 Agustus, pempus menghimbau rakyatnya sikap sempurna pukul 10.17 WIB. Lha nek lagi ngiseng piye? Mosok ngadek (emoji tertawa). Tapi nek rak ngadek ngko dikiro ora nasionalis, ora menghargai jasa pahlawan,” lanjut sang netizen tersebut.
“‘Kemenangan’ Taliban di Afghanistan yang waktunya berdekatan sama 17 Agustus jadi menimbulkan pertanyaan reflektif: sampai kapan nasionalisme menuntun bangsa ini menuju kehancuran?” tanyanya lagi.
“Oh tentu saja korupsi dan salah kebijakan itu bukan masalah bagi nasionalisme. Jadi ga perlu dibahas pas momen2 perayaan kemerdekaan. Cukup liat isu Taliban, kaitkan sama satu agama/kelompok, jadilah kita paling nasionalis,” tandas akun Iniapi_.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
