Makassar Terkini
Masuk

Demi ‘Mengganjal’ Perut di Tengah Krisis, Penduduk Afganistan Nekat Jual Anak Perempuan hingga Balita

Terkini.id, Internasional – Demi mengganjal perut yang butuh makanan di tengah krisis, penduduk Bala Murghab Afghanistan disebut sampai nekat menjual anak perempuan mereka hingga balita.

Sekelompok penduduk Afghanistan itu diinformasikan terpaksa menjual anak perempuan mereka lantaran kesulitan makan akibat kekeringan yang melanda saat ini.

Dilansir terkini.id dari Aljazeera via Pikiranrakyat pada Selasa, 27 Oktober 2021, tahun ini tercatat 20 keluarga di desa Haji Rashid Khan, Afghanistan, yang telah menjual anak perempuan mereka yang masih sangat kecil untuk dinikahkan demi mengumpulkan uang untuk makanan.

Menurut Bibi Yeleh, seorang ibu dari tujuh anak, bahkan membuat putrinya yang masih berusia 15 tahun menikah dan yang berusia tujuh tahun akan segera menyusul.

“Anak-anak yang lain lapar dan haus,” terang Bibi Yeleh.

Maka dari itu, jika kekeringan berlanjut, maka seorang anak berusia dua dan lima tahun berikutnya akan diserahkan kepada keluarga mempelai pria ketika mereka dianggap cukup umur.

Kekeringan yang melanda ladang kering di wilayah tersebut membuktikan bahwa krisis iklim menjadi musuh yang lebih mematikan daripada konflik dengan Taliban.

Ketika dunia menyaksikan Taliban melancarkan serangan menakjubkan yang berakhir dengan keruntuhan cepat pemerintah yang didukung barat negara itu, krisis jangka panjang sebenarnya sedang terjadi.

Selain menjual anak perempuan dan balita, dalam upaya memberi makan keluarga, para penggembala Afghanistan juga terpaksa menjual ternak mereka, dan petani meninggalkan desa.

“Terakhir kali saya melihat hujan adalah tahun lalu dan tidak banyak. Kami menjual domba untuk membeli makanan, yang lain mati kehausan,” ungkap Mullah Fateh, kepala desa Haji Rashid.

Ketika Mullah Fateh perlu mengambil air, ia mengirim anak laki-laki dalam perjalanan sehari dengan seekor keledai. Namun, tahun ini, menurutnya dua orang gembala muda mati kehausan di perbukitan.