Pada aspek emisi, oli yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi masuk ke ruang bakar maupun sistem pembuangan sehingga dapat merusak catalytic converter dan sensor oksigen.
Dampaknya, emisi gas buang kendaraan menjadi lebih tinggi dan berisiko gagal dalam uji emisi.
Dalam edukasinya, AHM turut menjelaskan standar sertifikasi oli berdasarkan Japanese Automotive Standards Organization (JASO).
Untuk sepeda motor dengan sistem kopling basah seperti motor bebek dan sport, digunakan oli standar JASO MA seperti MPX1 dan SPX1.
Sementara motor matik dengan sistem kopling kering menggunakan oli standar JASO MB seperti MPX2 dan SPX2.
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
- Tak Perlu ke Pengadilan, Dukcapil Makassar Kini Layani Sidang Penetapan Dokumen
- Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi
“Untuk mengetahui spesifikasi oli mesin yang tepat dan sesuai dengan sepeda motor Honda, dapat dibaca pada Buku Pedoman Pemilik dan Garansi,” tulis AHM.
AHM mengimbau pengguna sepeda motor untuk rutin mengganti oli sesuai jadwal servis berkala dan menggunakan produk yang direkomendasikan pabrikan agar performa mesin tetap optimal dan usia kendaraan lebih panjang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
