Terkini.id, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok memaafkan dua orang wanita yang menghina keluarganya, yakni EJ (47) dan KS (67).
Ahok mengaku melaporkan dua pelaku tersebut demi membela istrinya, Puput Nastiti Devi. Meski begitu, dia sendiri memaafkan tersangka meski langkah hukum tetap dilanjutkan.
Mengutip dari detikcom, Ahok menjelaskan perihal pertimbangannya melanjutkan proses hukum terhadap kedua tersangka pencemaran nama baik. Dia menegaskan, Puput adalah perempuan yang baik.
“Situasi serbasusah, karena kalau (pelaku) tidak diproses hukum, semua fitnah mereka dianggap benar oleh publik. Jika hukum yang menyatakan mereka fitnah, (maka) itu menjadi jelas bahwa Puput bukan pelakor, Yosafat juga bukan anak haram,” kata Ahok dalam keterangan yang disampaikan via pesan singkat, Sabtu 1 Agustus 2020.
Perceraiannya dengan mantan istrinya, Veronica Tan (Vero), juga sudah direstui oleh ibunda Ahok. Kebenaran tersebut harus dijelaskan supaya fitnah tidak dianggap benar oleh publik.
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- Bupati Jeneponto Buka Kegiatan PKM Berbasis Roadmap PPG UIN Alauddin Makassar
- Dinkes Jeneponto Gelar Aksi Bergizi di MTsN 1 Jeneponto, Libatkan Ratusan Siswa
- Akhir Agustus 2026 Makin Dekat, Promo Honda Merdeka Asmo Sulsel Segera Berakhir
- FER Kendari 2026 Soroti Tata Kelola SDA Sultra dan Dorong Konsep Ekoteologi
“Dan mama saya juga bukan ibu kandung yang nggak benar karena membiarkan saya bercerai dengan Vero dan menikah dengan Puput,” kata Ahok.
Ahok pun berharap dengan diteruskannya kasus ini, masyarakat bisa memahami bahwa istrinya, Puput, tak merebut dirinya dari Veronica Tan. Dan anak bungsunya dari pernikahan dengan Puput, Yosafat Abimanyu Purnama, bukanlah anak haram.
Ahok menyebut dirinya dan pengacaranya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak polisi terhadap dua tersangka itu.
Meskti proses hukum itu tetap dilanjutkan, Ahok telah memaafkan dua tersangka. Tak hanya, Ahok mengaku tidak akan dendam pada siapapun. Termasuk kepada kedua tersangka yakni EJ dan KS.
“Dari dulu aku nggak pernah masalah dan nggak pernah dendam siapa pun,” kata Ahok.
Bahkan, menurut Ahok, dia diajari untuk mencintai musuhnya. “Aku diajari bahkan mencintai musuh,” ujar Ahok.
Menurut Ahok, EJ dan KS tidak tahu bahwa dirinya juga diajari berdiri di atas kebenaran dan keadilan. Karena itu, Ahok melaporkan kasus pencemaran nama baik terhadap dirinya.
“Tetapi mereka lupa, aku juga diajari berdiri untuk kebenaran, keadilan, dan kejujuran serta perikemanusiaan,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
