Masuk

AHY Sebut Tidak Ada yang Apresiasi SBY Terkait Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia yang terjadi pada pemerintahan Presiden Jokowi sebenarnya telah direncanakan sejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi kepala negara.

Oleh karena itu, AHY merasa heran mengapa sampai saat ini masih banyak pihak yang tidak mengapresiasi SBY ataupun Partai Demokrat.

“Kadang-kadang saya speechless juga mengatakannya. Tapi kenapa sih, kita tidak kemudian mengatakan, terima kasih telah diletakkan landasan, telah dibangun 70 persen, 80 persen, sehingga kami tinggal 10 persen tinggal gunting pita. Terima kasih Demokrat, terima kasih SBY, begitu,” ujar AHY di Rapimnas Partai Demokrat, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Jumat 16 September 2022.

Baca Juga: Resesi Seks Ikut Hantui Indonesia, Pakar Ungkap Alasan Wanita Enggan Nikah dan Punya Anak

Selanjutnya, AHY membahas soal para pihak yang terus membandingkan pemerintahan Presiden Jokowi dengan SBY.

Suami Annisa Pohan ini lantas langsung menguraikan fakta yang ada pada masa ketika SBY berjaya di Indonesia.

Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2004-2014 mencapai 256,84 miliar dolar AS menjadi 890,81 miliar dolar AS.

Baca Juga: KPU Sulsel Umumkan Cara Penyerahan Bukti Dukungan Calon Anggota DPD RI

Pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada era SBY berarti meningkat 3,5 kali lipat. 

Jika dibandingkan dengan Presiden Jokowi saat ini, pertumbuhan ekonomi baru naik 1,3 kali lipat dari 890,81 miliar dolar AS menjadi 1.190 miliar dolar AS.

Lebih lanjut, AHY mengklaim angka kemiskinan di Indonesia pada masa SBY berhasil turun dari 16,7 persen menjadi 10,9 persen.

Sedangkan pada era Presiden Jokowi, angka kemiskinan baru turun 1,1 persen, yang tadinya 10,9 persen menjadi 9,8 persen.

Baca Juga: Jelang BWF World Tour Finals 2022, PBSI: Tunggal dan Ganda Putra Jadi Nomor Unggulan Indonesia!

“Jadi jangan dibilang Demokrat tidak peduli infrastruktur,” kata AHY.