Terkini.id, Jakarta – Kritik soal penanganan Covid-19 akhir-akhir kerap kali dilontarkan oleh publik. Hal tersebut terjadi mengingat kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan drastis.
Eks Anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman juga turut mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal Covid-19.
Djoko Edhi menilai Jokowi sebagai pemimpin negara tak benar dalam menangani masalah Covid-19.
Hal itu dilihat Djoko Edhi melalui keputusan pemerintah yang disebutnya mengirimkan tabung oksigen ke India. Kini, pasien yang terpapar Covid-19 bertambah dan membutuhkan stok tabung oksigen.
“Tabung oksigen malah dikirim ke India. Kini, orang mengantri oksigen di Jakarta,” ujar Djoko Edhi, dikutip dari K-News oleh terkini.id, Kamis 8 Juli 2021.
- Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dinyatakan Positif Covid-19
- IDI Menyebut Aturan PCR Negatif Kembali Diberlakukan
- Tanggapan Luhut Pandjaitan Soal Kasus Covid-19 Naik, Netizen: Tanda-Tanda Mau Lebaran Neh
- Luhut Sebut PPKM Diperpanjang Meski Kondisi Pandemi di Indonesia Terkendali
- Satgas Covid-19 IDI Bantah Long Covid Sebabkan Hepatitis 'Misterius'
“Jelas negara gagal telah terjadi saat ini. 63 pasien meninggal di RS Sardjito karena tak tersedia tabung oksigen,” kata Djoko Edhi.
Menurut Djoko Edhi, Jokowi tak becus dalam menangani kasus Covid-19 ini. Ia bahkan tak segan menilai kasus ini sebagai kasus pembunuhan.
“Miris banget. Itu pembunuhan,” tegas Djoko Edhi Abdurrahman melalui cuitan yang ia bagikan di akun @Djoked2.
Djoko Edhi juga mengatakan bahwa dirinya setuju dengan ungkapan yang dilontarkan warga Madura yang menyebut selama Jokowi memimpin Indonesia, Covid-19 tak akan selesai.
“Setuju saya pikiran sampean. Sama dengan pikiran orang madura: selama jokowi presidennya, corona takkan pernah pergi,” tutur Djoko Edhi.
Warga Madura yang dimaksud Djoko Edhi adalah pria yang dikabarkan bernama Hans. Mertua Hans meninggal karena Covid-19.
Hans mengatakan bahwa mertuanya tak ingin dibawa ke rumah sakit untuk berobat karena menganggap Covid-19 hanyalah buatan semata.
Hans pun pada penjelasannya mengatakan bahwa Covid-19 takkan hilang dari Indonesia apabila Jokowi masih memimpin.
“Mertuaku saja ngeyel, menganggap Covid enggak ada. Itu bikinan katanya. Pas sakit saja enggak mau dibawa ke rumah sakit. Ada yang bilang gini, Corona enggak bakal hilang selama Presidennya Jokowi. Kan ndagel (lucu). Hubungane opo? Angel pokokke.. (susah pokoknya),” kata Hans.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
