AHY Lontarkan Sindiran Pedas soal 3 Periode, Chusnul Chotimah: Keliatan Bukan Seorang Pemimpin, tapi Provokator

AHY Lontarkan Sindiran Pedas soal 3 Periode, Chusnul Chotimah: Keliatan Bukan Seorang Pemimpin, tapi Provokator

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang melontarkan sindiran pedas soal wacana perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

Chusnul Chotimah menyindir bahwa AHY tidak terlihat sebagai seorang pemimpin, melainkan provokator.

Pasalnya, AHY masih saja membahas wacana presiden 3 periode di saat sudah tidak ada lagi yang membahasnya.

“Kasian Iihat Agus ini. Di saat tidak ada lagi yang membahas isu presiden tiga periode, dia masih menggoreng,” kata Chusnul melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 18 April 2022.

“Disaat presiden dan menterinya fokus bekerja untuk rakyat, dia masih mainkan isu basi. AHY keIiatan buka seorang pemimpin tapi seorang provokator,” sambungnya.

Baca Juga

Dilansir dari berita Detik yang ditanggapi Chusnul, AHY melontarkan kelakar bernada sindiran mengenai wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Sindiran itu dilontarkan AHY saat menyampaikan sambutan di Acara Malam Silaturahmi dan Kontemplasi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu, 17 April 2022.

“Lebih bahaya lagi, kalau kontak pandora sudah terbuka, karena berikutnya apa? Kalau penundaan pemilu di goal-kan, lalu presiden 3 periode, lalu 4 periode, kenapa tidak seumur hidup sekalian?”” katanya.

AHY menilai bahwa perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode berbahaya untuk negeri ini.

Jika hal itu terjadi, katanya, pengusung perpanjangan masa jabatan presiden telah mengkhianati amanah reformasi.

“Itu mengapa kita Partai Demokrat dengan tegas telah mengatakan menolak penundaan pemilu yang melenggangkan kekuasaan,” kata AHY.

“Itu semua pemufakatan jahat dilakukan oleh segelintir elite kelompok tertentu melakukan kekuasaan dengan berbagai cara,” sambungnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan arahan kepada para menterinya untuk tidak bicara penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.

Hal itu disampaikan Jokowi pada sidang kabinet paripurna Selasa, 5 April, yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 6 April 2022.

Dalam sidang, Jokowi mulanya menegur para menterinya untuk sensitif terhadap kesulitan rakyat serta memiliki empati.

“Jangan menimbulkan polemik di masyarakat, fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan yang kita hadapi,” kata Jokowi.

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan. Ndak,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.