AHY Temui Jokowi di Istana Bogor, Ini Yang Dibahas

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjamu Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Bogor, Rabu 22 Mei 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjamu Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Bogor, Rabu 22 Mei 2019.

Keduanya ini berbincang empat mata membahas mengenai persoalan bangsa dan situasi politik yang terjadi saat ini.

AHY hadir sebagai jembatan komunikasi antara Jokowi dan Mantan Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hanya saja SBY tidak bisa bertemu secara langsung dengan SBY, dikarenakan masih mendampingi Bu Ani yang sedang menjalani pengobatan di Singapura.

“Presiden sangat ingin berkomunikasi dengan Bapak SBY terkait persoalan-persoalan bangsa saat ini dan kedepan. Tentulah ada kebijaksanaan dan pengalaman Bapak SBY selama 10 tahun memerintah yang bisa dibagikan pada pemerintah saat ini sebagai alternatif solusi dalam menghadapi persoalan-persoalan kebangsaan,” ungkap Agus Harimurti Yudhoyono, melalui pers rilis.

Pertemuan itu merupakan lanjutan setelah keduanya bertemu tanggal 2 Mei lalu di Istana Merdeka Jakarta. Menyikapi situasi yang berkembang pasca pengumuman hasil rekapitulasi suara KPU.

AHY menegaskan agar pemerintah dan negara bisa menangani situasi dengan damai. Ada ruang dialog, ruang politik dan ruang hukum, selain pendekatan keamanan.

Bagi kalangan yang belum bisa menerima hasil Pemilu, AHY melanjutkan, agar menyalurkannya melalui jalur-jalur konstitusional sehingga tidak diperburuk oleh upaya-upaya non konstitusional. Mengutip pesan dari pak SBY, AHY mengatakan,

“Hukum harus ditegakkan tapi juga harus dicegah jatuhnya korban, karena mereka adalah rakyat kita sendiri.”

Dalam pertemuan empat mata itu, AHY menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Pak SBY pada Presiden Jokowi yang terpilih kembali berdasarkan hasil perhitungan suara KPU.

“Ada kelegaan dan harapan karena semua pihak ingin menjaga suasana damai,” kata AHY. Jokowi sudah menegaskan akan menjadi Presiden bagi semua orang. “Ini sejalan dengan nafas Partai Demokrat yaitu Indonesia untuk semua,” ujar AHY.

Di sisi lain, Prabowo Subianto sudah menyampaikan akan menempuh jalur konstitusional untuk memproses kecurangan-kecurangan selama pelaksanaan pemilu.

“Pak SBY senang dan mengapresiasi Pak Prabowo yang mau menempuh jalur hukum,” tutur AHY.

“Kita semua ingin terus membangun. Jangan sampai karena kontestasi politik yang keras, kita jadi terbelah,” ujarnya. AHY mengingatkan bahwa Indonesia adalah rumah besar untuk semua orang.

“Kita punya tujuan bersama. Indonesia ke depan harus diisi dan diperjuangkan agar kita bisa menghadirkan Indonesia yang hebat dalam 5-10 tahun mendatang,” tandasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini