Terkini.id, Jakarta – Staf Peneliti di Pusat Riset Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN), Wasisto Raharjo Jati menilai Gubernur Jakarta Anies Baswedan melakukan sinidrian harlus ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini dikarenakan Anies membawa tanah Kampung Akuarium ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk prosesi penyatuan tanah dan air di Titik Nol IKN.
Ia mengatakan hal tersebut merupakan tipikal politik Jawa, dengan menggunakan bahasa simbolik bersifat sindiran halus.
“Tentu Pak Jokowi sangat paham. Ini kan bahsa simbolik bersifat sindiran halus, tipikal politik Jawa,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Dtikcom. Senin, 13 Maret 2022.
Baik Jokowi maupun Anies berasal dari keluarga Jawa. Anies besar di Yogyakarta, sedangkan Jokowi berasal dari Solo, Jawa Tengah.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
Keduanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Gaya politik diekspresikan melalui simbol dan sindiran halus, yang terjalin dan dipahami.
“Yang bisa kita tangkap, ada semacam pesan Anies untuk mengingatkan Jokowi,” kata Wasisto.
Jokowi menandatangani ‘kontrak politik’ pada 15 September 2012, di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, saat menjadi calon gubernur DKI Jakarta. ‘Jakarta Baru: Pro-Miskin, Berbasis Layanan, dan Partisipasi Warga’ adalah judul kesepakatan politik tersebut. ‘Pemenuhan dan perlindungan hak-hak penduduk kota, termasuk legalitas desa liar, permukiman kumuh yang tidak digusur tetapi ditata, dan pelestarian ekonomi informal’ diatur dalam pakta politik.
Pada 2012, Jokowi diangkat menjadi Gubernur DKI. Selain itu, Jokowi terpilih sebagai presiden pada 2014, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengambil alih sebagai penggantinya. Kemudian pada 2016, Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar.
“Anies membawa tanah yang dulu merupakan salah satu celah kelemaha Jokowi saat berkuasa,” kata Wasisto.
Ahok digantikan Anies sebagai Gubernur Jakarta. Kemudian, Anies membangun Kampung Susun Akuarium di lahan permukiman yang dulu digusur Ahok. Pada 17 Agustus 2021, Anies meresmikan hasil pembangunan tahap pertama Kampung Susun Akuarium. Ratusan unit hunian sudah siap dihuni pada saat itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
