Masuk

Akibat Gempa Magnitudo 7.4, Sejumlah Rumah di Kabupaten Selayar Rusak, 25 Ribu Warga Dievakuasi

Komentar

Terkini.id – Dua Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkena dampak Gempa magnitudo 7.5 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 14 Desember 2021.

Dua kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena. Berdasarkan informasi dari warga setempat yang diterima Terkini.id, sejumlah rumah rusak parah akibat dampak gempa.

Bahkan Bupati Selayar, Muh Basli Ali membenarkan informasi tersebut. 

Baca Juga: 346 Rumah Rusak di Selayar Akibat Terdampak Gempa NTT, Plt Gubernur Sulsel: Kerahkan Tim Medis Hingga Logistik

“Di Selayar ada beberapa tempat yang terdampak juga, cuma yang parah di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Memang ada bangunan yang roboh, kami belum fokus di situ tetapi kami fokus dulu bagaimana menyelamatkan masyarakat,” kata Basli Ali. 

Desa Pulo Madu, Kecamatan  Pasilambena, Kabupaten Selayar, Selasa 14 Desember 2021. /foto warga.

Sementara di Kecamatan Pasilambena, kata Basli Ali, belum ada informasi yang didapatkan karena jaringan telekomunikasi terputus. 

Ia memperkirakan, Kecamatan Pasilambena mengalami dampak terparah karena lokasinya terletak paling dekat dengan pusat gempa. 

Baca Juga: Ini Data Sementara: Ratusan Rumah di Selayar Rusak Akibat Gempa Magnitudo 7.4, Terparah di Kecamatan Pasimarannu

“Yang kedua itu yang kami perkirakan akan parah di Kecamatan Pasilambena, karena ini yang paling dekat dengan pusat gempa. Itu sama sekali belum ada informasi yang kita terima karena jaringan telekomunikasi yang terputus,” ungkapnya. 

Basli menjelaskan, dibutuhkan waktu tempuh 18 jam menggunakan kapal ke Kecamatan Pasilambena dari kota Benteng, pusat kota Kepulauan Selayar. 

Basli Ali pun berencana akan menuju ke Pasilambena pada Rabu besok, untuk memastikan kondisi masyarakat di wilayah tersebut. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Selayar, Ahmad Ansar mengungkapkan bahwa sebanyak 25 ribu warga yang berada di dua kecamatan tersebut dievakuasi.

“25 ribu itu terdiri dari, 17 ribu warga Kecamatan Pasimarannu dan 8 ribu di Kecamatan Pasilambena, dievakuasi ke tempat daratan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

“Dilaporkan juga banyak warga mengalami luka-luka, ada yang patah tulang, kepala bocor dan lain-lain. Tapi kami belum mendata jumlah pastinya,” pungkasnya.