Aksi Solidaritas RSDC: Kami Berikan Jasa Kami, Jangan Tolak Jasad Teman Kami

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Tim Medis Redzone RSDC : Kami Berikan Pelayanan Kami, Jangan Tolak Jenazah Teman Kami (Sumber: Pahista, S.Ked)

Terkini.id, Makassar – Aksi solidaritas Tim Medis garda terdepan yang telah gugur pada perjuangan melawan ganasnya Pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) dilakukan oleh Tim Medis Redzone Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Sayang Bunda Makassar, Senin, 13 April 2020.

Sebelumnya, aksi solidaritas ini dilakukan untuk menanggapi berita viralnya di media sosial (medsos) seorang perawat yang gugur terlebih dahulu dalam perjuangan melawan pandemi COVID-19 tapi kemudian jenazahnya ditolak oleh warga saat akan dimakamkan pada Kamis, 9 April 2020 kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah perawat perempuan yang positif Virus Corona atau COVID-19 itu ditolak saat hendak dimakamkan di samping makam ayahnya di Kecamatan Ungaran Barat.

Unggahan Pilu Tentang Penolakan Jenazah Perawat Pasien Korban Virus Corona (Foto Instagram @warung_jurnalis)

“Jadi akhirnya yang bersangkutan dimakamkan di makam keluarga dr Kariadi, pahlawan Nasional yang namanya diabadikan di RSUP dr Kariadi. Semalam jam 19.00 sampai 20.00-an, itu bukan kompleks makam umum tapi lokasinya RSUP dr Kariadi di Bergota,”. Pungkas Edy Wuryanto selaku Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, dilansir dari antvklik.com Senin, 13 April 2020.

Sebelum berita ini dikabarkan, Purbo sebagai Ketua RT 6 Dusun Sewakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah juga angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga maupun masyarakat atas penolakan jenazah korban COVID-19.

Menarik untuk Anda:

“Saya mendapatkan laporan yang mengejutkan, peristiwa yang membuat tatu ati (sakit hati). Sekelompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien COVID-19. Ini kejadian kesekian kali. Dan saya mohon maaf, saya ingin kembali mengajak bapak ibu untuk ngrogoh rasa kamanungsan (memakai rasa kemanusiaan) yang kita miliki,” kata Ganjar, Jumat 10 April 2020.

Kordinator Tim Medis RSDC, Muh Ihsan, S.Kep, Ns., M.MKes juga mengungkapkan agar kejadian penolakan jenazah ini tidak terulang lagi sebagaimana kita tidak melakukan penolakan terhadap pasien yang hendak memeriksakan dirinya di Rumah Sakit tempat kami mengabdi.

Kordinator Tim Medis Redzone RSDC Sayang Bunda Makassar (sumber : kiriman whatsapp Ihsan)

“Sejak awal kami tenaga kesehatan tau betul resiko yang kami ambil untuk memeriksa dan merawat pasien COVID-19, tapi kami tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai petugas kesehatan, tentu ini semua kami lakukan untuk negeri yang kita cintai bersama ini,” ujar Ihsan

Ihsan kembali mengatakan bahwa kami bekerja siang dan malam untuk negeri agar terbebas dari pandemi COVID-19, tapi kami tak pernah menolak pasien, sebab kami ingin semua orang bisa pulang dalam keadaan sehat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Indahnya Berbagi Bersama Memutus Rantai Covid-19

P3MKEL Makassar Gelar Musyawarah Besar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar