Terkini.id, Jakarta – Laut China Selatan (LCS) merupakan laut yang sering diperdebatkan antara China dan negara-negara ASEAN.
Sepanjang tahun 2020 hingga tahun 2022 kondisi LCS sangat memanas dan puncaknya ketika China agresif mengizinkan kapal perang, memasuki batas teritorial Indonesia di Laut Natuna tepatnya, Senin 13 September 2021.
Kondisi tersebut menimbulkan ketegangan antara negara-negara ASEAN yang masih dalam proses pengklaiman batas teritorial di LCS.
Dalam rangka mempertahankan pengklaiman di wilayah LCS, sejumlah negara yang terlibat menciptakan berbagai aktivitas seperti; membangun pulau buatan mencapai ribuan hektar di LCS.
Kapal-kapal memasuki wilayah di luar teritorial dan bertengger secara sembarangan, melakukan penjagaan militer hingga eksploitasi besar-besaran.
Berdasarkan presentasi Gregory Poling sebagai Direktur Asia Maritime Transparency Initiative and Fellow in the Southeast Asia Program at the Center for Strategic and International Studies, yang bertema menjaga lingkungan dan perikanan di LCS menyatakan bahwa, tanpa disadari aktivitas-akvitas tersebut merupakan pemicu kerusakan sumber daya hayati di LCS.
Di kutip dari NewSecurityBeat menuliskan penjelasan Greory bahwa, pembagunan pulau buatan sebenarnya sangat beresiko karena, melalui proses pengerukan yang dapat berpotensi memberikan perubahan gelombang.
Perubahan tersebut akan merusak terumbu karang dan sebagai pemicu kematian ikan. Untuk aktivitas kapal yang sering bertengger dan membuang jangkar secara sembarangan berpotensi besar terhadap kerusakan karang.
Sementara eksploitasi yang berlebihan dapat menimbulkan ancaman fatal, jika terjadi kebocoran minyak akan menimbulkan polusi, pencemaran dan kematian biota laut.
Untuk saat ini di LCS sekitar 70-95% stok ikan mengalami penurunan, rasio penangkapan ikan yang menurun mencapai 66-75%, Kerusakan karang mencapai 16% dan khusus daerah Spartly kerusakan mencapai 160 km persegi (dikutip dari NewSecurityBeat).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
