Konflik Irak, Kemenlu RI Minta Semua Pihak Menahan Diri

Terkini.id, Jakarta – Terkait konflik yang terjadi di Irak, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan rasa prihatinnya dan mendesak kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan di Irak.

“Indonesia prihatin dengan situasi yang meningkat di Irak. Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi lebih lanjut,” kata Kemenlu RI seperti pada siaran pers yang diterima terkini.id pada Sabtu, 4 Desember 2020 pagi.

Dan pihak Kemenlu RI meminta untuk semua warga negara Indonesia di Irak untuk selalu berhati-hati. Dan silakan hubungi Kedutaan Besar Indonesia jika membutuhkan bantuan segera pada hotline Kedutaan Besar Indonesia di Baghdad pada nomor +9647500365228.

Sebelumnya, seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Qassim Soleimani, dilaporkan meninggal akibat serangan udara yang terjadi di Bandara Internasional Irak, Jumat, 3 Januari 2020.

Mungkin Anda menyukai ini:

Qassim Soleimani merupakan Komandan Korps Pasukan elite Iran, Pasukan Quds, yang juga pernah bertempur di Aleppo, Suriah.

Baca Juga: Dor, Bocah 12 Tahun Tembak Mati Perampok yang Masuk ke...

Seperti dilansir Associated Press, peristiwa itu terjadi ketika Soleimani baru turun dari pesawat di bandara. Seketika posisinya dibombardir.

Jasad Soleimani hanya dikenali dari cincin yang digunakannya. Dalam insiden tersebut, Wakil Komandan Milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, turut meninggal.

Selain itu, petinggi milisi Kataib Hizbullah dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda, juga tewas dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: 400.000 Balita di Yaman Terancam Meninggal Karena Kelaparan

PMF menuduh Amerika Serikat adalah dalang di balik serangan tersebut. Namun, sampai saat ini AS belum memberikan pernyataan.

Bagikan