Gak Asyik, Gan! Amerika dan China Baku Tuduh Suka Bully Negara Lain

Terkini.id, Singapura – Gak asyik, gan! Amerika dan China baku tuduh suka bully negara lain. Sudah menjadi rahasia umum jika China dan Amerika dalam beberapa tahun ini terlihat saling menuduh melakukan intimidasi atau gertakan terhadap negara-negara lainnya.

Hal itu dapat dilihat dari tuduhan Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang kembali melontarakan serangan dengan menuduh China melakukan intimidasi terhadap negara di Asia Tenggara, terutama menyoal Laut China Selatan (LCS).

“Kita perlu menemukan cara untuk menekan, meningkatkan tekanan pada Beijing guna mematuhi konvensi PBB tentang hukum laut, dan untuk menantang, intimidasi dan klaim maritim yang berlebihan,” tegas Harris saat bertemu Presiden Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, seperti dikutip Reuters via CNNIndonesia, Rabu 25 Agustus 2021.

Baca Juga: Gawat, Kasus Covid di China Meroket Lagi, 4 Juta Orang...

Sebelumnya, Harris juga menuduh China melakukan pemaksaan hingga intimidasi guna mendukung klaim sepihaknya di wilayah yang menjadi sengketa, LCS.

“Kami tahu, Beijing terus memaksa dan mengintimidasi, dan mengklaim sebagian besar wilayah LCS,” beber Harris dalam pidatonya saat melakukan lawatan ke Singapura, sehari sebelum ke Vietnam.

Baca Juga: Dari Indonesia, Ternyata di Sini Sumber Impor Listrik dan Babi...

Tandem Presiden Joe Biden itu juga menegaskan, klaim China telah ditolak Pengadilan Arbitrase 2016. Kendati demikian, sebut Harris, China tetap mengabaikan aturan dan mengancam kedaulatan negara.

China bahkan mengklaim sekitar 90 persen wilayah yang disengketakan di LCS. Kawasan itu berisi gas bumi dan sumber daya laut yang melimpah.

Negara itu juga mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di LCS dan menolak kapal perang asing yang berlayar melalui perairan tersebut.

Baca Juga: Dari Indonesia, Ternyata di Sini Sumber Impor Listrik dan Babi...

Menyusul perkataan keras Harris itu, China kemudian merespons tuduhan tersebut dengan menyebut penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan merupakan kebijakan yang egois.

“Amerika bisa sembarangan melakukan intervensi militer di negara berdaulat, dan tidak perlu bertanggung jawab atas penderitaan rakyat di negara itu,” imbuh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

Salah satu media milik pemerintah China, China Daily juga turut menanggapi komentar Harris. Pidatonya di Singapura, bagi China diklaim tidak berdasar sama sekali.

“Kamala Harris dengan sengaja mengabaikan kemunafikannya dalam usahanya mencoba memaksa dan mengintimidasi negara-negara regional untuk bergabung dengan Washington guna menahan pengaruh China,” tulis China Daily dengan nada keras.

Seperti diketahui, Harris mengunjungi beberapa negara Asia Tenggara pada pekan ini. Ia tiba di Singapura pada Minggu 22 Agustus 2021 dan menghabiskan dua hari di negara itu.

Wapres AS itu lantas melanjutkan perjalanan ke Vietnam. Perjalanannya sempat tertunda lantaran Kedutaan Besar AS di Vietnam mendeteksi gejala yang berpotensi terkait Sindrom Havana. Gejala sindrom Havana di antaranya pusing, mual, migrain, dan kehilangan ingatan.

Selama penundaan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dan duta besar China untuk Vietnam mengadakan pertemuan yang sebelumnya tidak diumumkan. Chinh mengatakan, Vietnam tidak memihak siapapun dalam kebijakan luar negerinya.

China adalah mitra dagang terbesar Vietnam. Negara ini sangat bergantung di sektor manufaktur seperti bahan dan peralatan dari China.

Namun, Vietnam dan China terlibat perselisihan mengenai klaim maritim di Laut China Selatan, yang dikenal sebagai Laut Timur di Vietnam.

Ketegangan itu mendorong Vietnam menjadi salah satu penentang paling vokal atas klaim Beijing di wilayah tersebut.

Sementara itu, hubungan Vietnam dengan AS semakin dekat setelah Perang Vietnam berakhir pada 1975.

Pengamat mengatakan, Vietnam ingin meningkatkan hubungan diplomatiknya dengan menjadikan AS mitra strategis. Namun, mereka juga khawatir langkah seperti itu akan membuat Beijing geram.

Bagikan