Alfatihah untuk Alfatah

Alfatihah untuk Alfatah

Rahman Pina
Redaksi

Tim Redaksi

Di kampung saya, Enrekang

Berlayar itu, Salah satu cita mulai anak muda;

Ingin menjadi pelaut andal

Padahal disana tak ada laut

Ketika kita bertamu

Jangan heran deretan foto di ruang tamu keluarga

Terpampang rapi, kebanyakan uniform anak anaknya sekolah pelayaran

Itulah sebabnya,

Nyaris tak ada sekolah pelayaran di Sulsel

Tanpa siswa, mahasiswa pole enrekang

Suatu ketika saya ke Jakarta

Ketemu sahabat saya, Jufri Bagunis

Kampungnya di Tongko, Baroko,

Ia membawa puluhan anak dari kampungnya di kamar

Seperti di dek kapal, mereka berjejer

Ada yang duduk di lantai sambil tiduran, macam macam

Bagi mereka, masuk hotel, apalagi bisa makan,

Itu sudah luar biasa

Mereka tak punya bekal yang cukup

Sebelum mereka pergi,

Saya tanya; bikin apa di Jakarta?

Ternyata sementara menunggu kapal

Siap mengarungi samudera untuk hidup dan membahagiakan keluarga

Saat membaca koran, online

Saya benar benar kaget,

Seorang ABK,

namanya Muh Alfatah

Kampungnya di Banca,

tidak jauh dari sekolah saya di sMA dulu, SMA Cakke.

Alfatah meninggal, lalu jasadnya dibuang ke laut

Alasannya terlalu klise—kapten kapal takut jenazah menyebar virus…

Ahhh..

Ada beberapa teman sekolah saya dari kampung itu.

Semuanya adalah pelajar yang tekun, pekerja keras dan begitu taat beribadah.

Selamat jalan adinda Muh Alfatah

Kau adalah pejuang,

Pejuang untuk keluargamu

Pejuang untuk kampung halaman

Alfatihah

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.