Alfatihah untuk Alfatah

Alfatah, pelaut asal Enrekang yang meninggal dunia dan jasadnya dilarungkan ke laut.(ist)
Alfatah, pelaut asal Enrekang yang meninggal dunia dan jasadnya dilarungkan ke laut.(ist)

Di kampung saya, Enrekang

Berlayar itu, Salah satu cita mulai anak muda;

Ingin menjadi pelaut andal

Padahal disana tak ada laut

 

Ketika kita bertamu

Jangan heran deretan foto di ruang tamu keluarga

Terpampang rapi, kebanyakan uniform anak anaknya sekolah pelayaran

 

Itulah sebabnya,

Nyaris tak ada sekolah pelayaran di Sulsel

Tanpa siswa, mahasiswa pole enrekang

 

Suatu ketika saya ke Jakarta

Ketemu sahabat saya, Jufri Bagunis

Kampungnya di Tongko, Baroko,

Ia membawa puluhan anak dari kampungnya di kamar

 

Seperti di dek kapal, mereka berjejer

Ada yang duduk di lantai sambil tiduran, macam macam

Bagi mereka, masuk hotel, apalagi bisa makan,

Itu sudah luar biasa

Mereka tak punya bekal yang cukup

 

Sebelum mereka pergi,

Saya tanya; bikin apa di Jakarta?

Ternyata sementara menunggu kapal

Siap mengarungi samudera untuk hidup dan membahagiakan keluarga

 

Saat membaca koran, online

Saya benar benar kaget,

Seorang ABK,

namanya Muh Alfatah

Kampungnya di Banca,

tidak jauh dari sekolah saya di sMA dulu, SMA Cakke.

Alfatah meninggal, lalu jasadnya dibuang ke laut

Alasannya terlalu klise—kapten kapal takut jenazah menyebar virus…

Ahhh..

 

Ada beberapa teman sekolah saya dari kampung itu.

Semuanya adalah pelajar yang tekun, pekerja keras dan begitu taat beribadah.

 

Selamat jalan adinda Muh Alfatah

Kau adalah pejuang,

Pejuang untuk keluargamu

Pejuang untuk kampung halaman

Alfatihah

Komentar

Rekomendasi

Radiasi Nuklir di Serpong

Saat Penumpang Kapal Cruise Stress

Dukungan Hastag

Konstruksi Sistem Pendidikan Nasional

Dalam Lift

Intoleransi Agama dan Ras

Nendang Kenangan

Rumah Sakit Kilat

Mengenal Dokter Onasis, Sosok yang Disebut Bakal Mendampingi Danny Pomanto

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar