Terkini.id, Makassar – Mata Garuda, lembaga yang merangkul para alumni dan penerima beasiswa pendidikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), baru saja meluncurkan kembali Mata Garuda Institute (MGI).
MGI merupakan wadah profesional dan Pusat Penelitian (research centre) bagi awardee LPDP dalam melaksanakan kajian kebijakan publik di berbagai bidang, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, hukum dan HAM.
Peluncuran dilakukan melalui acara daring bertajuk Refleksi 2020 Menuju Indonesia Pulih 2021 pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB melalui aplikasi Zoom.
Peluncuran MGI bertema ‘Refleksi 2020 Menuju Indonesia Pulih 2021’ yang dirangkaikan dengan webinar ini terbuka untuk umum.
Di tengah jalannya acara, panitia juga mengadakan kuis berhadiah bagi peserta yang memberikan jawaban terbaik dari pertanyaan-pertanyaan yang MGI berikan.
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
- Bupati Sidrap Turun Tangan Tata Kawasan Monumen Ganggawa, Jadi Ruang Publik dan Pusat Ekonomi
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
MGI juga mengundang stakeholder serta menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Di bidang ekonomi dihadiri oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Amalia Adininggar Widyasanti selaku Deputi Bidang Ekonomi dan Kepala Bappenas juga Menteri PPN.
Bidang Kesehatan dihadiri oleh Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan dan Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II.
Di bidang Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (PolhuKam) dihadiri oleh Edward Omar Sharif Hiariej selaku Wakil Menteri Hukum & HAM dan Haris Azhar, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation.
Yang terakhir, di bidang pendidikan ada Iwan Syahril, Dirjen Guru & Tenaga Kependidikan dan Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010.
Sambutan pembukaan peluncuran MGI disampaikan oleh Dwi Larso, selaku Direktur Beasiswa LPDP. Ia menyampaikan bahwa sekalipun pandemi memberikan dampak bagi negara Indonesia baik sektor ekonomi maupun kesehatan, namun komitmen pemerintah dalam pengembangan SDM tidak surut, dibuktikan dengan peningkatan dana kelolaan LPDP yang bertambah menjadi 70 T.
“LPDP terus berkomitmen dalam peningkatan SDM Indonesia dengan pemberian beasiswa. Hingga kini terdapat 25.000 penerima LPDP dan 12.000 alumni LPDP. Awardee LPDP diharapkan dapat menjadi lokomotif bagi gerbong kereta api Indonesia. Dan MGi diharapkan dapat memberikan evidence-based solution atas berbagai permasalahan bangsa sehingga mendorong peningkatan kualitas dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Dwi Larso lewat keterangan tertulis, Jumat 12 Februari 2021.
Dalam sambutannya, Erbi Setiawan selaku Ketua Mata Garuda, dan Dimas Muhammad, Ketua Mata Garuda Institute mengatakan bahwa awardee dan alumni LPDP berhutang kepada negara yang telah memberikan beasiswa S2 dan S3 dan telah seharusnya berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.
“Diharapkan MGI bukan hanya berkutat dalam ihwal teori dan konsep akan tetapi memberikan alternatif kebijakan guna menyelesaikan masalah yang ada dalam masyarakat,” tutur Erbi
Lebih lanjut, Erbi menekankan bahwa sudah menjadi tanggung jawab mutlak untuk seluruh penerima beasiswa LPDP agar memberikan kontribusi bagi Indonesia, dan MGI ini adalah salah satu bentuk konkritnya.
Dalam paparan bidang ekonomi, Airlangga Hartanto menekankan bahwa saat ini merupakan momentum untuk berinovasi dan inovasi harus bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan bangsa.
Airlangga berharap MGI dapat menjadi pusat kontribusi berdasarkan keilmuan, memberikan sumbangan inovasi yang nyata dan menjadi wadah intelektual muda penerima beasiswa LPDP untuk terus berbagi.
Dalam tanggapannya, Amalia Adininggar menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia yang terkontraksi -2.07%, merupakan resesi pertama kali sejak krisis 1998.
“Pandemi merubah pola dunia, mempercepat otomatisasi dan digitalisasi, peningkatan AI, big data serta trend telework sehingga mendesak percepatan pembangunan SDM Indonesia,” ungkapnya.
“Terdapat korelasi antara index inovasi negara dengan peningkatan GDP per kapita, sehingga harapannya Mata Garuda Institute dapat menjadi katalis inovasi di Indonesia, dengan menginisiasi riset, pelatihan dan mendorong penciptaan teknologi baru,” tambahnya.
Dari sisi kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dalam strategi pengendalian pandemi diperlukan kerjasama pentahelix yaitu unsur pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi dan perusahaan.
MGI, kata Budi, diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan ekonomi, kesehatan, polhukam dan pendidikan. Nafsiah Mboi menyoroti tentang pengalaman Indonesia dalam penanggulangan wabah sebelumnya, yaitu dengan adanya kantor kesehatan pelabuhan, jaringan laboratorium dan rumah sakit serta tenaga kesehatan terlatih serta kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi wabah di masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya community preparedness dan berpesan jangan hanya melakukan riset teoritis saja, tetapi harus turun ke masyarakat dan melihat fakta lapangan.
Dalam sektor Polhukam, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej S.H., M. Hum berpendapat bahwa alumni LPDP yang telah menikmati keistimewaan memiliki tanggung jawab besar dan mulia untuk menjadi solusi bagi bangsa.
Prof. Edward berpesan agar sekiranya MGI tidak menjadi orang kritis dan cerdas melihat kekurangan tapi justru miskin solusi.
Sementara itu, Haris Azhar berpesan kepada MGI bahwa memulihkan sebuah bangsa haruslah berkelanjutan dengan bermodalkan metode, konsep dan kejujuran yang benar.
“MGI yang adalah bagian dari kaum muda yang akan diuji keberaniannya ketika mengambil resiko demi membawa perubahan dan kemajuan. MGI diharapkan untuk senantiasa berikhtiar dan kreatif karena ini adalah esensi dari proses panjang pemulihan Indonesia,” ucapnya.
Dari segi pendidikan, Iwan Syahril berharap MGI sebagai think tank penerima LPDP diharapkan terlibat dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui riset, kebijakan dan kolaborasi dengan pemerintah.
Fasli Jalal menjelaskan kondisi pendidikan di masa pandemi dengan adanya pembelajaran daring dikhawatirkan akan berdampak pada apa yang dikenal sebagai learning loss bahkan menjadi generasi yang terhilang (lost generation).
“Sebagai think tank, MGI diharapkan mampu membedah, khususnya tentang higher order thinking skills (HOTS) dan tunjangan guru yang ditingkatkan tidak beriringan dengan kemajuan pendidikan yang menjadi perhatian dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
