Amonium Nitrat Juga Masuk di Pelabuhan Makassar, Ini Tujuannya

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Makassar.(instagram.com/pelindo_4)

Terkini.id, Makassar – Kepala Bidang Lalu Lintas Laut Otoritas Pelabuhan Makassar Sirajuddin mengatakan, Otoritas Pelabuhan Makassar merespons ledakan bahan kimia di Pelabuhan Beirut Lebanon dengan berhati-hati dengan setiap bahan kimia yang masuk di area pelabuhan.

Pelabuhan Makassar tidak menyediakan tempat atau gudang penumpukan barang berbahaya atau yang mudah meledak. Seperti amoniak. Bahan yang disebut sebagai penyebab ledakan besar di Lebanon.

Barang yang berbahaya, kata Sirajuddin, harus dalam kontainer khusus. Harus segera dikeluarkan dari lapangan penumpukan pelabuhan ke tempat tujuan.

“Jadi Inshaa Allah Pelabuhan Makassar masih aman dari bahan yang bisa memicu ledakan seperti di Lebanon,” ungkap Sirajuddin kepada Terkini.id, Kamis 6 Agustus 2020.

Dia mengatakan, Pelabuhan Makassar juga menerima bahan berbahaya seperti amonium nitrat. Bahan ini diperuntukkan untuk bahan campuran semen. Semen Tonasa dan Semen Bosowa.

Menarik untuk Anda:

“Tidak banyak (jumlahnya),” kata Sirajuddin.

Dia mengatakan ikut berbelasungkawa atas peristiwa di Pelabuhan Beirut Lebanon. Otoritas Pelabuhan akan terus meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di pelabuhan.

Selain untuk bahan campuran semen, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu dalam cuitan di twitter menyebut bahwa pabrik pupuk di Indonesia juga memproduksi Amonium Nitrat.

“Amonium nitrat adalah bahan baku hampir semua bahan peledak selain bahan baku untuk pupuk,” ujarnya.

Didu mengatakan, pabrik pupuk di Tanah Air memproduksi bahan yang diduga menjadi penyebab ledakan dahsyat di Lebanon itu untuk tujuan ekspor.

“Amonium nitrat sebagai produk antara pupuk dan untuk ekspor,” kata Said Didu.

Lebanon Kejar Pemilik Amonium Nitra yang Meledak

Aparat pemerintah Lebanon menindak tegas para pihak yang terkait dengan Ledakan di pelabuhan Beirut. Kini, pemilik 2.750 ton amonium nitrat yang diduga kuat jadi penyebab ledakan hebat ditangkap aparat.

Amonium nitrat tersebut disimpan di sebuah gudang di pelabuhan. Bahan Kimia itu awalnya disita dari kapal bernama Rhosus milik Igor Grechushkin, pria berkebangsaan Rusia yang tinggal di Siprus.

Otoritas Siprus menyampaikan, pihaknya berhasil menangkap dan menginterogasi seorang pria Rusia yang diduga sebagai pemilik kapal yang mengangkut kargo amonium nitrat terbengkalai di Beirut dan menyebabkan ledakan dahsyat.

Juru bicara Kepolisian Siprus, Christos Andreou, mengungkapkan, pria yang namanya dirahasiakan itu sudah diinterogasi di rumahnya di Siprus pada Kamis 6 Agustus malam waktu setempat.

”Ada permintaan dari Interpol Beirut untuk melacak orang ini dan menginterogasinya dengan sejumlah pertanyaan terkait kargo tersebut,” kata Andreou.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Penampakan Bandara Sultan Hasanuddin ‘Terbaru’ yang Rampung Oktober 2021, Ada 12 Gate

Fotonya Viral, Mahasiswi UIN Makassar: Saya Memang Tak Punya Orangtua Tapi Saya Punya Allah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar