Anak TK Fila Delvia belajar pertanian di Polbangtan Gowa

Belajar Pertanian, murid TK FIla Delfia kunjungi Polbangtan Gowa

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali dikunjungi murid Taman Kanak-kanak Fila Delvia untuk dijadikan tempat pembelajaran bagi anak-anak usia dini untuk mengenal dunia pertanian (4/3).

54 Murid TK ini diterima langsung oleh Samaria S.Pi., M.Si dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) dan langsung diarahkan ke unit-unit teknis yang ada di Polbangtan Gowa.

Laboratorium Kultur Jaringan merupakan tempat pertama yang dikunjungi selanjutnya menuju ke laboratorium lain yang ada di kampus Polbangtan Gowa.

Eta selaku wali kelas mengatakan “tujuan kami membawa anak didik kami ke sini adalah ingin lebih mendekatkan mereka kepada alam, mengenalkan mereka apa itu pertanian, macam-macam tanaman dan peternakan yang selama ini hanya mereka lihat lewat gambar sehingga dalam kegiatan ini mereka bisa melihat dan mengenal langsung untuk dapat meningkatkan pengetahuan pertanian mereka”.

Kurikulum kami saat ini adalah termasuk memperkenalkan secara langsung dunia pertanian dan dunia peternakan, sehingga anak anak akan lebih mengerti jika di bawa ke alam dan berinteraksi secara langsung, ujarnya.

Bengkel latih alat dan mesin pertanian menjadi tempat terakhir yang dikunjungi anak didik TK Fila Delvia. Herland, S.ST sebagai penanggung jawab bengkel latih alsintan mengarahkan mereka untuk diperkenalkan bahwa alsintan ini adalah alat yang sering digunakan petani dalam peningkatan produksi dan produktivitas usaha tani yang dijalankan dengan fungsi masing-masing alat tersebut seperti traktor 2 dan traktor 4 dipakai petani untuk mengolah lahan.

Semangat antusias dari anak didik ini terlihat dengan banyaknya anak didik yang bertanya bahkan ada yang langsung naik ke alsintan tersebut seolah-olah ingin menjalankan. (MUZ).

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Mahasiswa Unhas Peduli Budaya dengan Cara Ini

Terkini.id,Makassar - Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, budaya dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan aset yang dimiliki sebagai warisan budaya dan tidak