Terkini, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan menyoroti rencana pemilihan Ketua RT dan RW yang akan digelar Pemerintah Kota Makassar pada Juni hingga Juli 2025 mendatang.
Odhika mengatakan, dalam pelaksanaan pemilihan RT/RW tersebut sangat penting adanya keseragaman dan prinsip demokratis agar tidak terjadi ketimpangan di tengah masyarakat.
Menurut legislator dari Fraksi NasDem tersebut, proses pemilihan seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan mendetail dalam satu kesatuan sistem yang adil serta transparan.
“Pemilihan Ketua RT dan RW harus diatur secara demokratis dan memiliki mekanisme yang seragam. Jangan sampai ada perbedaan yang menimbulkan ketimpangan dalam kontestasi,” ungkap Odhika dalam keterangannya, Sabtu (17/5/2025).
Dirinyamenyebut, saat ini Peraturan Wali Kota (Perwali) yang menjadi dasar hukum pelaksanaan pemilihan sedang dirampungkan. Berdasarkan petunjuk teknis, pemilihan Ketua RT dilakukan secara langsung oleh warga.
- Bupati Jeneponto Paris Yasir Roadshow Salurkan Seragam Sekolah Gratis
- Raport Merah APBD 2025: DPRD Sulsel Temukan SiLPA Rp208 Miliar, Desak Evaluasi Total OPD
- Hari Kedua Jamsostek Award Sulsel 2026, Perusahaan dan Pemda Paparkan Inovasi Perluas Perlindungan Pekerja
- Jamsostek Award Jadi Pemacu Inovasi Bank Sulselbar Perluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
- Yasir Machmud Nahkodai Pengusaha Tani Indonesia, Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani
Sehingga, para Ketua RT terpilih di suatu wilayah akan bermusyawarah untuk memilih Ketua RW. Selain itu, Ketua RT dan RW akan bersama-sama dalam menentukan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Dari adanya mekanisme tersebut, Odhika menilai hal tersebut dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses representasi warga di tingkat lingkungan.
Harusnya pemilihan RT dan RW dipilih langsung oleh warga sesuai dengan apa yang dicanangkan pemerintah kota sebelumnya.
Ia juga menegaskan bahwa fungsi RT dan RW sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat masyarakat.
Oleh sebab itu, proses pemilihannya harus mencerminkan nilai-nilai partisipatif aktif dan kesetaraan yang nantinya dapat memberikan masyarakat semangat demokratis untuk memilih pemimpin.
“Kita berharap pemerintah kota memastikan mekanisme ini betul-betul melibatkan masyarakat dan menghindari potensi ketimpangan kewenangan maupun representasi,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
