Terkini.id, Jakarta – Relawan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY menanggapi keras video ceramah Anggota DPRD Bantul Supriyono yang menyebut pemakaman jenazah korban Corona ibarat menguburkan anjing.
Relawan pun dengan tegas menyampaikan kepada Supriyono apabila anggota DPRD Bantul itu tidak punya empati terhadap korban Corona maka sebaiknya diam dan simpan dalam hati saja.
Hal itu disampaikan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY lewat Twitter resminya, TRCBPBDDIY pada Senin 22 Februari 2021.
“Jika anda tidak punya empati untuk korban pandemi, simpan saja dalam hati,” cuit TRCBPBDDIY.
Menurut mereka, apabila Supriyono adalah pejabat yang ikhlas membantu rakyat maka seharusnya ia melakukannya secara terhormat.
- Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi
- Sindir Husniah, Pengacara Khaerul Aco Sebut Preseden Buruk Jika Pejabat Publik Lakukan Manipulasi Data
- TP PKK Perkuat Kelembagaan, Kukuhkan Pengurus Koperasi PKK Jeneponto Bahagia
- Kalla Toyota Bukukan Penjualan Rp12,55 Miliar, Minat Mobil Hybrid Makin Tinggi
- Siapkan 8 Pilot Kapal Ahli di Indonesia Timur, PJM Gandeng TNI AL dalam Pendidikan Pandu Tingkat II
‘Jika anda pejabat yang ikhlas membantu rakyat, lakukanlah secara terhormat,” ungkapnya.
Namun, kata TRC BPBD DIY, jika Supriyono tidak pernah sekalipun membantu rakyat apalagi relawan maka sebaiknya legislator Fraksi PBB tersebut tak usah banyak bicara.
“Namun jika anda tidak pernah sekalipun membantu apalagi hanya mengolok-olok kerja Relawan, pisan maneh ojo CANGKEMAN (maka jangan banyak bacot),” tegas mereka.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan Anggota DPRD Kabupaten Bantul Supriyono menyebut pemakaman korban Corona ibarat menguburkan anjing.
Dilihat dari video tersebut, Senin 22 Februari 2021, tampak Anggota DPRD Bantul itu tengah berceramah di depan sejumlah orang.
Dalam ceramahnya, ia mengeluhkan pemakaman pasien Covid-19 yang menurutnya seperti menguburkan seekor anjing.
“Hidup dan mati itu punya Gusti, tidak ada apa-apa di-Covid-kan, apa-apa di-Covid-kan. Habis operasi kanker payudara penyakit gula pulang di-Covid-kan. Lalu nguburnya seperti ngubur anjing,” kata Supriyono dalam video itu.
Ia pun lantas menilai bahwa pemakaman jenazah korban Corona tersebut merupakan proyek Dinas Kesehatan.
“Ini alam apa. Dari Dinas Kesehatan dapat proyek semaunya sendiri. Iya enggak? Nggih (iya),” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
