Terkini.id,Makassar – Suporter dari Maluku sekaligus Anggota DPRD Kota Tual Provinsi Maluku Ali Mardana mengatakan sangat kecewa berat dengan keputusan PSSI menunda pertandingan final leg kedua Piala Indonesia.
Pasalnya, dia datang jauh dari Maluku, Kota Tual dengan dua kali naik pesawat ke Makassar untuk menyaksikan pertandingan final tersebut. Ia menyayangkan keputusan sepihak PSSI menunda pertandingan dua jam sebelum laga dimulai.
“Karena tanggung jawab keamanan itu tanggung jawab aparat kepolisian dan TNI Polri. Jadi saya sangat menyayangkan keputusan sepihak PSSI,” tuturnya.
Ia menilai pembatalan tersebut sangat merugikan pecinta sepak bola di seluruh Indonesia.
“Dari final pertama di Jakarta saya juga hadir. Apalagi pihak keamanan sudah memberi jaminan maka PSSI tidak bisa mengambil langkah semacam itu,” ungkapnya.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Ia bercerita bahwa di Jakarta dirinya juga mengalami teror dengan disiram air dari Tribun Gelora Bung Karno. Namun, kata dia, semangat PSM tetap mengikuti pertandingan.
“Ini terindikasi ada permainan dari PSSI kepada Persija Jakarta supaya mereka bisa mendapatkan kemenangan tidak wajar,” terangnya.
Dia berpesan kepada PSSI bahwa ketika mengambil keputusan harus bijak, bukan keputusan merugikan pecinta sepak bola di Indonesia.
“Apalagi ini final piala Indonesia,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
