Terkini.id, Makassar – Sebuah kekalahan 0-1 yang dialami PSM Makassar dari Borneo FC dalam pertandingan pekan ke-13 Liga 1 2023/2024 di Stadion Segiri, Samarinda, Senin, 25 September 2023, menjadi perdebatan hangat.
Pasalnya, satu-satunya gol yang diciptakan Borneo FC berasal dari titik putih setelah wasit Ginanjar Rahman Latief memberikan hadiah penalti.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares tidak terima dengan keputusan tersebut. Menurutnya, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemainnya di dalam kotak 16 besar.
Tavares menilai, apa yang terjadi hanyalah aksi diving dari pemain tuan rumah.
“Kalian bisa lihat rekaman pertandingan, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain kami,” ungkap Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan.
- PSM Makassar Sumbang Satu Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
- Wali Kota Makassar Tawarkan Proyek Stadion Untia kepada Delegasi 28 Negara di IGS 2026
- Wali Kota Makassar Appi Bagikan Kisah Hidup dan Perjalanan Politik di FH Unhas
- Dukung Tim Kebanggaan, Asmo Sulsel Serahkan 15 Motor ke PSM Makassar
- Walikota Makassar Sambangi Markas Latihan PSM, Suntik Semangat Jelang Laga Tandang
Yang lebih mengejutkan, menurut Tavares, saat pertandingan berlangsung, alat komunikasi wasit keempat diklaim tidak berfungsi.
“Saya merasa pertandingan ini lebih dikuasai oleh wasit daripada pemain di lapangan,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Bukan hanya soal penalti, Tavares juga menyuarakan keprihatinannya terhadap kualitas kepemimpinan Ginanjar sebagai wasit.
Menurutnya, wasit tersebut seharusnya tidak lagi mendapat kesempatan memimpin laga karena pernah melakukan kesalahan serupa.
“Wasit diberikan kartu kuning ketika melakukan kesalahan di lapangan. Bagaimana jika wasitnya yang melakukan kesalahan?” tanyanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
