Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ingatkan Pentingnya Pendidikan

Terkini.id, Maros-Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H.Saharuddin,ST,MM, ingatkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Dikatakannya, Pendidikan sangat dibutuhkan oleh anak. Minimal, seorang anak wajib menyelesaikan pendidikan menengah tingkat atas.

Hal itu disampaikan saat sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 tahun 2017 tentang wajib belajar pendidikan menengah.

Sosialisasi dilaksanakan di Dusun Garutuk, Desa Buttu Batu Kecamatan Enrekang Minggu, 1 Desember 2019.

Dikatakan H. Saka sapaan akrabnya, sosialisasi Perda ini bertujuan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menyekolahkan anak minimal hingga tamat SMA dan Kejuruan.

Lebih lanjut , hadir sebagai pembicara M. Zainuddin Patandingan atau yang lebih akrab disapa Bao Teha menyampaikan Perda ini, salah satu tujuan pentingnya memberikan pendidikan minimal bagi peserta didik, untukdapat mengembangkan potensi dirinya agar dapat hidupmandiri secara layak di dalam masyarakat atau melanjutkanpendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lebih lanjut di katakannya bahwa saat ini Sistem pendidikan membutuhkan gerakan kebaruan untuk merespon era industri 4.0.

Salah satu gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah adalah gerakan literasi baru sebagai penguat bahkan menggeser gerakan literasi lama.

Gerakan literasi baru yang dimaksudkan terfokus pada tiga literasi utama yaitu 1) literasi digital, 2) literasi teknologi, dan 3) literasi manusia.

Tiga keterampilan ini diprediksi menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan di masa depan atau di era industri 4.0. Literasi digital diarahkan pada tujuan peningkatan kemampuan membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi di dunia digital (Big Data), literasi teknologi bertujuan untuk memberikan pemahaman pada cara kerja mesin dan aplikasi teknologi, dan literasi manusia diarahkan pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dan penguasaan ilmu desain.

Literasi baru yang diberikan diharapkan menciptakan lulusan yang kompetitif dengan menyempurnakan gerakan literasi lama yang hanya fokus pada peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan matematika. Adaptasi gerakan literasi baru dapat diintegrasi dengan melakukan penyesuaian kurikulum dan sistem pembelajaran.

“Setidaknya, jika anak kita lulus SMA sudah memiliki bekal untuk mandiri, baik kesempatan kerja maupun jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” katanya.

Sosialisasi Perda ini dihadiri Kepala Desa Buttu Batu, Tokoh Masyarakat, Pemuda tenaga pendidik dan Ibu-ibu majelis taklim. Hadir pula Perwakilan beberapa Tokoh masyarakat yang ada di empat desa di Enrekang Utara tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini