Terkini.id, Jakarta – Anggota TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan), Tatak Ujiyati membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dikritik karena penggunaan bambu dalam pembangunan sirkuit Formula E.
Tatak Ujiyati menyinggung soal tol Semarang-Demak yang juga menggunakan bambu sebagai bahan lapisan bawah untuk area tanah berlumpur.
Ia menilai bahwa tidak ada yang protes soal tol Semarang-Demak karena Gubernurnya bukan Anies Baswedan.
“Bukan hanya sirkuit Formula E, jalan tol Semarang Demak juga pakai bamboo,” kata Tatak Ujiyati melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 3 Maret 2022.
Ternyata, lanjutnya, bambu sudah biasa digunakan sebagai lapisan bawah dalam konstruksi tanah berlumpur.
- Guntur Romli Sebut Anies Politisasi Isu SARA di Balik Perubahan Nama Jalan, Anggota TGUPP Sindir Begini
- Sebut Formula E Sukses, Anggota TGUPP: Andalkan Pengetahuan, Bukan Dukun, Cuaca Bersahabat
- Anies Disebut Hanya Gunting Pita dalam Pembangunan JIS, Anggota TGUPP Langsung Pasang Badan
- Anggota TGUPP: Kita Percaya Niat Pak Anies Tulus Ajak Warga Jakarta Ibadah Sholat Ied Bersama
- Anggota TGUPP Bela Anies soal 'Pribumi', Uki: Mendingan Ngaku Salah Aja, Gak Perlu ke Mana-Mana Ngelindur
“Nggak ada yang ribut tol Semarang Demak ya? Oh iya bukan di DKI kok ya. Bukan Anies gubernurnya,” katanya.
Dilansir dari berita VIVA, Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak menilai bahwa Anies Baswedan telah mengorbankan kawasan hijau untuk penyelenggaraan Formula E.
Pasalnya, pembangunan sirkuit Formula E ini menggunakan bambu pada lapisan bawahnya.
Gilbert Simanjuntak menyinggung bahwa Anies Baswedan kerap mengklaim Formula E adalah acara yang ramah lingkungan karena mobilnya bertenaga listrik.
“Formula E bukan green race seperti sesumbar Gubernur dan panitia. Mereka malah mengorbankan daerah green untuk kepentingan politiknya, karena Formula E ini lebih kental untuk kepentingan politik Gubernur dengan mengorbankan uang rakyat,” ujarnya pada Minggu, 27 Februari 2022.
Gilbert Simanjuntak juga mengungkit soal penebangan ratusan pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada awal tahun 2020 lalu.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan saat itu ingin Formula E dilakukan di Monas, tapi akhirnya dilarang pemerintah pusat.
“Setelah membabat Monas, sekarang menggunakan kayu dan bambu untuk Formula E yang katanya green racing. Ini sebuah pembohongan publik yang harus jadi catatan serius untuk ambisi politik Anies,” kata Gilbert Simanjuntak.
Namun, dilansir dari Detik News, bambu memang kerap digunakan dalam pembangunan, termasuk dalam konstruksi jalan tol di Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memilih bambu sebagai bahan konstruksi Tol Semarang-Demak.
Bambu dipilih karena dianggap dapat mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi pembangunan konstruksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
