Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Insonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli memprotes Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal perbedaan danah hibah kepada Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Guntur Romli mengaku heran mengapa dana hibah ke MUI lebih besar, padahal NU dan Muhammadiyah lah yang punya umat.
“Heran, yang punya umat kan NU dan Muhammadiyah, kok yang dikasi besar malah MUI,” katanya melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 5 November 2021.
“Ini diskriminasi namanya, Anies Baswedan,” sambung kader NU ini.
Sebelumya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo juga menyampaikan kritik soal perbedaan jumlah hibah yamg dinilai timpang ini.
Hal ini ia sampaikan dalam rapat pra-pembahasan KUA-PPAS 2022 pada Senin, 1 November 2021.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
“Jika kita lihat dalam rancangan, hibah PWNU Jakarta senilai Rp 2,07 miliar dan PW Muhammadiyah Jakarta senilai Rp 1,89 miliar,” kata Anggara, dilansir dari Detik News.
“Sangat timpang dibanding misalkan kepada MUI Jakarta sebesar Rp 10,6 miliar,” sambungnya.
Oleh karena itu, Anggara mendorong penambahan hibah untuk NU dan Muhammadiyah Jakarta yang menurutnya perlu pendanaan memadai.
Ia menjelaskan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki banyak cabang organisasi, seperti pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, klinik, dan rumah sakit.
“Kita bisa membandingkan organisasi NU dan Muhammadiyah dengan MUI karena ketiga lembaga ini juga dapat pendanaan dari APBN,” ungkapnya.
Selain itu, Anggara menilai bahwa selain harus mempertimbangkan kemanfaatannya bagi masyarakat, Pemprov DKI juga harus memperhatikan soal proporsionalitas pemberian dana hibah.
“Biro Dikmental perlu memperhatikan proporsionalitas dari distribusi pemberian hibah senilai total Rp 279 miliar ini,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
