Guntur Romli Sebut Anies Politisasi Isu SARA di Balik Perubahan Nama Jalan, Anggota TGUPP Sindir Begini

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan politisasi isu SARA di balik perubahan nama jalan menjadi nama tokoh-tokoh Betawi.

Anggota TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) DKI Jakarta, Tatak Ujiyati pun menanggapi hal ini dan melontarkan sindiran.

“Lah, excuse me please?” kata Tatak Ujiyati melalui akun Twitter @tatakujiyati, seperti dikutip Terkini.id pada Rabu, 29 Juni 2022.

Baca Juga: Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!

Tatak Ujiyati mengatakan bahwa Anies Baswedan justru mengapresiasi tokoh-tokoh lokal Betawi, yang selama ini terpinggirkan di tanah kelahiran mereka sendiri.

Ia pun mempertanyakan mengapa tindakan Anies Baswedan ini malah disebut politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

“Kok dia jadi mempolitisasi kata “SARA” ya? Segala hal jadi SARA kalau tidak sesuai dengan kepentingan politik dia,” katanya.

Sebelumnya, Guntur Romli mengkritik Anies Baswedan yang mengubah nama-nama jalan menjadi nama tokoh-tokoh Betawi.

Guntur Romli menilai bahwa kebijakan ini meneguhkan Anies Baswedan sebagai Bapak Politik Identitas.

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

Ia berpandangan bahwa sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta seharusnya mencerminkan kebhinekaan, bukan hanya dilekatkan pada satu suku saja.

“Perubahan nama-nama jalan hanya dari tokoh-tokoh Betawi, bagi saya semakin meneguhkan Anies sebagai Bapak Politik Identitas,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter Twitter @GunRomli, seperti dikutip Terkini.id pada Minggu, 26 Juni 2022.

“Ini politisasi isu SARA di balik perubahan nama jalan. Harusnya Jakarta mencerminkan kebhinnekaan, ini ibu kota, jangan diidentikkan dengan satu suku saja,” sambungnya.

Dilansir dari Detik News, Anies Baswedan mengubah 22 nama jalan dengan nama tokoh Betawi ataupun tokoh Jakarta.

Selain jalan, Anies Baswedan juga mengganti nama gedung hingga Zona dengan nama-nama tokoh Betawi.

Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 565 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung, dan Zona dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta yang ditandatangani Anies pada 17 Juni 2022.

“Menetapkan nama jalan, gedung dan zona dengan nama Tokoh Betawi dan Jakarta sebagaimana tercantum dalam lampiran,” demikian bunyi diktum kesatu Kepgub.

Adapun perubahan nama-nama jalan hingga zona ini sesuai dengan penilaian dari tim pertimbangan.

Selanjutnya, Anies Baswedan menugaskan jajarannya, yaitu para Wali Kota, Bupati Kepulauan Seribu, Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melaksanakan keputusan ini.

“Keputusan Gubernur ini berlaku pada tanggal ditetapkan,” demikian bunyi diktum ketiga.

Bagikan