Anies Disarankan Jadi Kader Parpol Partai Demokrat Demi Pilpres 2024

Terkini.id, Jakarta – Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi kader parpol Demokrat.

Mujiyono menganggap, persaingan di daam Pilpres 2024 mendatang semakin ketat meski elektabilitas Anies tinggi, dikutip dari detik.com pada hari Selasa 24 Mei 2022.

Mujiyono menyatakan, bahwa jalan Anies menuju Pilpres 2024 bisa jauh lebih mudah apabila Anies bergabung dengan parpol.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bharada E Dicabut, Minta 15 Triliun, Ferdinand Hutahaean...

Mujiyono lantas membandingkan Anies dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memiliki kendaraan politik.

“Makanya saran saya segeralah jadi kader partai politik, untuk menjaga elektabilitas supaya bisa bergerak di situ. Jadi ibaratnya nyetir mobil Anies mobil sewaan, sementara Ketum (AHY) meski langkahnya belum secepat Anies tapi mobil sendiri,” kata Mujiyono.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

Mujiyono juga mengakui sejumlah lembaga survei menempatkan nama Anies di dalam bursa Capres 2024.

Namun, Mujiyono menilai elektabilitas Anies sebagai Capres dapat tergerus usai lengser dari kursi Gubernur DKI.

“Bagaimana Anies langkah ke depan, terus memposisikan diri, terus bergerak jangan kendor. Karena dua tahun ini bisa bikin elektabilitas turun,” imbuhnya.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

Selain itu, Mujiyono kembali membandingkan gerak Anies dengan AHY. Bahkan, kata dia, hingga saat ini AHY terus bergerak ke setiap penjuru Tanah Air bersama Partai Demokrat.

“Sementara Ketum meski elektabilitasnya masih jauh dari Anies tapi kendaraannya ada, jadi masih bisa. Kalau Anies mau ke daerah gimana. Nah, kalau AHY ke daerah jelas di sana ada kepengurusan, infrastruktur, jadi seorang Ketum kan berhak datang ke wilayah-wilayah,” tegasnya.

Mujiyono tak menampik banyak suara dari kader PD untuk menduetkan Anies dengan AHY sebagai Capres dan Cawapres di Pemilu 2024 mendatang.

“Karena kami punya sarana. Mungkin bisa untuk sekarang startingnya Anies-AHY karena Anies elektabilitasnya lebih tinggi. Tapi kalau nanti pak Anies sudah tidak jadi gubernur kan bisa turun,” katanya.

Bagikan